Berita

zainal bintang/net

Politik

KISRUH GOLKAR

ARB Maju Terus, Tim Transisi Berada Di Jalan Buntu?

MINGGU, 24 JANUARI 2016 | 08:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) DPP Partai Golkar hasil Munas Pekanbaru telah dibuka resmi oleh ketua umumnya Aburizal Bakrie, di JCC Jakarta, Sabtu malam (23/1). Rapimnas yang dihadiri 34 ketua DPD Provinsi serta dimeriahkan 2000 kader yang menguningkan tempat acara dapat diartikan sebagai sikap harga mati bagi Golkar kubu ARB hasil Munas Bali untuk tetap jalan terus.

Demikian disampaikan politisi senior Golkar yang juga Ketua Kordinator Eksponen Ormas Tri Karya Golkar (EO-TKG), Zainal Bintang, kepada media, Minggu (24/1).

Meski dibayang-bayangi kehadiran Tim Transisi bentukan Mahkamah Partai Golkar (MPG) yang diketuai Wapres Jusuf Kalla, yang mendadak dibentuk beberapa hari sebelum Rapimnas, kubu ARB maju tidak gentar alias pantang menyerah.


Yang banyak dibicarakan, adalah hadir dalam Rapimnas itu dua orang menteri dari Kabinet Kerja Jokowi-JK, yaitu Menko Polhukam Luhut B. Panjaitan serta Menkumham Yasonna H. Laoly. Nampak pula hadir Ketua MPR Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum PAN, Ketua DPR Ade Komarudin, Ketua DPD Irman Gusman, serta mantan Presiden BJ Habibie. Selain itu nampak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden PKS Sohibul Iman, Ketua Umum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz, dan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

Menurut Zainal, dengan digelarnya Rapimnas Golkar kubu ARB secara kolosal itu membuktikan perang urat saraf yang dilancarkan kubu Munas Ancol pimpinan Agung Laksono yang di-back up oleh Tim Transisi pimpinan JK, tidak mengendorkan semangat perlawanan kubu ARB.

"ARB membuktikan ucapannya yang mengatakan dirinya tidak merasa gentar dengan adanya Tim Transisi, meskipun di dalamnya ada nama besar," lanjut Bintang.

Bintang beranggapan, target Tim Transisi untuk menyatukan kubu ARB hasil Munas Bali dan kubu AL hasil Munas Ancol yang berseteru sudah lebih setahun lamanya nampaknya akan kandas.

"Paling tidak menurut saya Tim Transisi sedang berada di depan jalan buntu?" ujar Bintang.

Bahkan menurut Bintang, ARB nampaknya punya perhitungan sendiri dan keyakinan sendiri. Bahkan ARB menunjukkan dirinya punya nyali besar untuk menghadapi tantangan demi tantangan dan konflik demi konflik dari manapun datangnya.

Petanyaannya, kata Bintang, langkah apakah yang akan diambil selanjutnya oleh JK bersama AL dan Akbar Tanjung yang memutuskan tidak mau menghadiri acara Rapimnas, sementara Pelindung Tim Transisi yaitu BJ Habibie menghadiri acara itu bahkan memberikan sambutan yang cukup panjang.

Masyarakat segera dapat membaca peta pertarungan politik yang muncul pada acara Rapimnas. Terlihat kekuatan Tim Transisi memang tergerus. Manuver ARB yang bertekad keras merapat ke pemerintahan Jokowi makin kuat.

"Namun ARB lebih memilih lewat "pesawat" Luhut Panjaitan ketimbang melalui "pesawat" JK," tandas Bintang menutup komentarnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya