Berita

PILKADA KALTENG

Kader-Kader Terbaik PDIP Datang Ke Kalteng Untuk Menangkan Pilkada

SABTU, 23 JANUARI 2016 | 12:45 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dua periode berturut-turut, Kalimantan Tengah dipimpin kader PDI Perjuangan. Tak heran, Pilkada Kalteng yang digelar pada 27 Januari mendatang pun mendapat perhatian penuh pimpinan partai. Terbukti dari diterjunkannya kader-kader terbaik PDI Perjuangan di wilayah itu selama beberapa waktu terakhir.

‎Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Surabaya terpilih Risma dan Walikota Semarang dijadwalkan blusukan di wilayah itu. Selain itu tercatat belasan Bupati, Walikota dan anggota DPR RI juga turut serta bergotong royong untuk memenangkan pasangan Willy-Wahyudi dengan menyapa pemilih di berbagai wilayah di sana.

‎"Kami memang menerjunkan kader-kader terbaik kami kesana sebagai wujud dari semangat gotong-royong yg menjadi filosofi PDI Perjuangan,"jelas Hasto Kristiyanto, Sekjen DPP PDI Perjuangan, beberapa saat lalu (Sabtu, 23/1).

Menurut Hasto, kader-kader terbaik ini turun ke Kalteng untuk menyapa warga yang berasal dari daerah masing-masing, guna menceritakan bagaimana kampung halaman mereka telah dibangun oleh kader-kader partai. ‎Hasto pun berharap, dengan terjunnya kader-kader ini mampu melawan politik uang, penggunaan isu SARA sertaintimidasi yang mewarnai hari-hari terakhir menuju pemungutan suara.

‎Dijelaskan Hasto, 10 tahun kepemimpinan Teras Narang di Kalteng di bawah PDI Perjuangan telah berhasil membuka isolasi daerah pedalaman dgn pembangunan infrastruktur jalan yang massif. Keberhasilan Teras Narang ini terjadi ketika PDI Perjuangan menjadi Partai oposisi. Oleh karena itu, PDI Perjuangan menganggap penting pemenangan pilgub kali ini karena akan memudahkan percepatan pembangunan Kalteng karena PDI Perjuangan menjadi partai yang berkuasa di tingkat nasional.

‎"Nah, bagi masyarakat Kalimantan tak perlu heran kalau tiba-tiba kepala daerah di kampung halaman mereka tiba-tiba blusukan di pasar-pasar atau menyapa pemilih di wilayah pedalaman," demikian Hasto.‎ [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya