Berita

ilustrasi/net

Dunia

Kirim Imgran Di Tengah Suhu Dingin Ekstrim, Norwegia Dikritik PBB

RABU, 20 JANUARI 2016 | 16:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Norwegia dikritik PBB karena menerapkan kebijakan baru terkait imigran.

Pasalnya kebijakan tersebut mengizinkan polisi migrasi di perbatasan Norwegia dengan Rusia untuk memindahkan migran yang berupaya masuk ke Norwegia.

Awal pekan ini, Norwegia telah mulai melakukan pemindahan migran di perbatasan Arktik dengan Rusia. Mereka dipindahkan dengan menggunakan bus ke sejumlah kota di Rusia seperti Nikel dan Murmansk.


Tindakan Norwegia itu memicu reaksi dari PBB. Pasalnya di wilayah tersebut saat ini tengah mengalami musim dingin ekstrim dengan suhu bisa mencapai minus 30 derajat celcius.

PBB telah mengingatkan bahwa Norwegia bisa melanggar konvensi PBB soal pengungsi bila terus menjalankan kebijakan tersebut.

"Mereka (imigran) bisa berakhir di tanah tak bertuan di mana mereka berisiko mati kedinginan," kata komisaris tinggi PBB untuk pengungsi, Vincent Cochetel.

Sementara itu Norwegia sevara tegas menyebut bahwa kebijakan tersebut diterapkan untuk menghalau masuknya lebib banyak imigran.

"Jika Norwegia memiliki kebijakan suaka yang adil, kita perlu mengirim kembali mereka yang tidak berhak atas perlindungan," kata Menteri Imigrasi Norwegia  Sylvi Listhaug seperti dimuat The Guardian.

Kebijakan baru terkait imigran di Norwegia diadopsi oleh parlemen Norwegia pada tahun lalu. Langkah tersebut diambil menyusul ada lebih dari 5.500 imigran bersepeda masuk ke Norwegia melalui Rusia. Sepanjang tahun 2015 lalu, tercatat ada 30.000 orang yang mengklaim suaka di Norwegia. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya