Berita

Inilah Bahaya JK Kendalikan Golkar

RABU, 20 JANUARI 2016 | 15:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ada gelagat Wakil Presiden Jusuf Kalla mengambil alih kendali Partai Golkar. JK mengamini penunjukan dirinya sebagai ketua tim transisi sekalipun kubu Ical menganggap konflik dualisme kepengurusan sudah selesai dengan putusan pengadilan.

"Sudah pasti Golkar tidak akan lagi menjadi partai oposisi kalau dikendalian JK,"  kata Direktur Eksekutif  Masyarakat Pemantau Kebijakan Legislatif dan Eksekutif (Majelis), Sugiyanto, kepada redaksi, Rabu (20/1).‎

Sebagai Wapres, kata dia, JK sangat membutuhkan dukungan riil dari partai politik. Kesan JK menjadi the real president di era pemerintahan SBY terasa sangat kuat karena ketika itu dia menjabat ketua umum Golkar. Berbeda dengan kondisi saat ini, JK tak punya posisi tawar yang kuat.‎

"Secara otomatis juga bergain politik JK ke Jokowi tinggi. Dengan begitu sangat mungkin JK kembali menjadi the real president," kata Sgy, demikian Sugiyanto disapa.

‎Dia menilai wajar kekhawatiran sebagian kalangan, kepentingan politik dan bisnis akan mulus diperoleh JK setelah Golkar dibawah kendalinya. Yang pasti, kata dia, dukungan partai politik sangat penting untuk memuluskan sebuah kebijakan.

‎"Apakah JK menggunakan power-nya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya, nanti rakyat yang menilai," kata Sgy.

Di lain pihak dia mengingatkan tugas oposisi akan semakin berat diemban Partai Gerindra. Minus PPP yang masih didera konflik internal, maka tinggal partai besutan Prabowo yang mengambil peran-peran oposisi karena belakangan PKS mengesankan bakal mengikuti langkah PAN.

‎‎"Konsistensi Gerindra diuji, dulu juga PDIP menjalankan peran oposisi sendirian. Kalau konsisten, publik tentu akan punya penilaian lain terhadap Gerindra di pemilu mendatang," tukasnya.[dem]‎

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya