Berita

kolombia/net

Dunia

Kolombia Dan FARC Minta PBB Kirim Misi Pengawasan

RABU, 20 JANUARI 2016 | 15:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Kolombia dan kelompok pemberontak FARC meminta PBB untuk melaku misi pengawasan akhir konflik di negara Amerika Latin itu.

Negosiator untuk kedua belah pihak pada pembicaraan damai di Kuba awal pekan ini satu suara untuk meminta PBB mengirimkan misi pengawasan gencatan senjata selama 12 bulan.

"Kami telah memutuskan untuk meminta Dewan Keamanan PBB untuk membuat (misi) dari pengamat tak bersenjata untuk jangka waktu 12 bulan," kata kedua pihak dalam pernyataan bersama pada pembicaraan damai di ibukota Kuba, Havana (Selasa, 19/1).


Mereka menyebut, misi PBB tersebut bertugas untuk menjamin bahwa setiap gencatan senjata dan pelucutan senjata sebagai bagian dari proses perdamaian akan dilakukan dan berlangsung permanen.

PBB sendiri belum menyetujui usulan tersebut. Namun kedua belah pihak telah menegaskan bahwa keputusan bersama itu lebih dari sekedar formalitas. Hal itu harus dibaca sebagai sinyal bahwa proses perdamaian di Kolombia semakin jelas.

Konflik di dalam negeri antara militer dan kelompok FARC diketahui telah menelan sekitar 220.000 korban jiwa sejak tahun 1964.

Setelah konflik berkepanjangan, kedua belah pihak sepakat untuk memulai pembicaraan damai dengan dimediasi Kuba sejak November 2012. Sejah saat itu, sejumlah isu kunci seperti partisipasi politik pemberontak, hak atas tanah, perdagangan narkoba dan keadilan transisional telah disepakati. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya