Berita

Nasir djamil/net

Revisi UU Terorisme, ‎DPR: Pemerintah Sebaiknya Tidak Reaktif

RABU, 20 JANUARI 2016 | 11:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Anggota Komisi III DPR RI, Muhammad Nasir Djamil, mengatakan rencana membuat pengaturan baru merespon serangan teroris di Thamrin pekan lalu harus disikapi secara proporsional.

‎"Pemerintah sebaiknya tidak bersikap reaktif merespon kelemahan UU 15/2003  tentang Tindak Pidana Terorisme dengan memunculkan peraturan baru seperti Perppu,"ungkap Nasir di sela rapat dengar pendapat dengan Jaksa Agung di gedung DPR, Jakarta, Selasa (19/1).

‎Nasir mengatakan inisiasi revisi UU Terorisme telah muncul sejak tahun 2011, sehingga kondisinya sudah tidak sesuai dengan perkembangan.

‎"Lambatnya perjalanan revisi UU Terorisme tidak berbanding lurus dengan meluasnya aksi dan jaringan terorisme yang terjadi, sehingga draf RUU Terorisme perlu disesuaikan dengan perkembangan yang ada," ungkap Nasir.

‎Lebih lanjut Nasir meminta Pemerintah segera mengajukan rancangan UU Terorisme, sehingga rancangan tersebut dapat masuk dalam daftar prioritas program legislasi nasional 2016.

‎"Jika sudah masuk daftar prioritas 2016, DPR dan Pemerintah diharapkan berkomitmen untuk menyegerakan pembahasan paling tidak selama 3-6 bulan kedepan," ungkap Nasir.

‎Untuk itu Nasir mengatakan, revisi UU Terorisme sejatinya tidak hanya menjawab kekosongan hukum dalam penanggulangan ISIS, tetapi juga perbaikan menyeluruh terhadap pola penegakan hukum tindak pidana terorisme.

‎"Lemahnya koordinasi dan sinergi antar aparat penegak hukum dan tidak maksimalnya upaya pencegahan tindak pidana terorisme harus menjadi point kunci perubahan UU Terorisme, sehingga perubahan ini tidak hanya merespon keberadaan ISIS tetapi juga secara komprehensif mengatur perbaikan pola penegakan hukum dalam penanganan tindak pidana terorisme," demikian Nasir.[dem]‎

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya