Berita

pakistan/net

Dunia

AS Bertanggungjawab Atas Ketidakstabilan Pakistan

SELASA, 19 JANUARI 2016 | 15:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat dinilai bertanggungjawab atas ketidakstabilan di Asia Selatan, terutama di Pakistan.

Begitu kata penasihat hubungan luar negeri bagi Perdana Menteri Pakistan Sartaj Aziz pada Senin (18/1).

"Amerika Serikat menciptakan 'pejuang suci' di daerah-daerah suku kami selama konflik di Afghanistan dan kemudian meninggalkan mereka saatperang usai, faktor ini berkontribusi pada ketidakstabilan di Pakistan selama beberapa dekade," kata Aziz.


Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2013 lalu, Pakistan telah berupaya melakukan kebijakan non-intervensi dan tidak ikut ambil bagian dalam perang di negara lain.

"Kami telah memutuskan bahwa kami tidak akan menikmati pertempuran perang negara lain sekarang, dan kebijakan ini sedang dikejar dengan penuh semangat oleh pemerintah," tegasnya.

Pernyataan itu dikeluarkan Aziz sebagai respon atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang menyebut bahwa ketidakstabilan akan tetap berlanjut selama dekade ke depan di banyak bagian di dunia.

"Di Timur Tengah, di Afghanistan dan Pakistan, di bagian di Amerika Tengah, Afrika dan Asia," kata Obama beberapa waktu lalu.

Obama juga mengidentifikasi hubungan antara militansi dan ketidakstabilan dan memperingatkan bahwa beberapa daerah yang tidak stabil mungkin menjadi surga yang aman bagi teroris.

Aziz menyebut bahwa prediksi Obama jauh dari realitas di bawah.

"Pakistan juga telah mengambil sikap tegas terhadap terorisme," tegasnya seperti dimuat AsiaOne. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya