Berita

BOM STARBUCKS

KSP Tak Berfungsi, Gerindra Minta Jokowi Pecat Teten Masduki

SABTU, 16 JANUARI 2016 | 16:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo harus memecat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Teten Masduki. Serangan teroris di kawasan Sarinah yang masuk dalam wilayah ring 1 tidak terlepas dari peran KSP yang gagal menjalankan fungsinya di bidang keamanan negara.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Poyuono, dalam keterangannya kepada redaksi (Sabtu, 16/1). Seharusnya, kata dia, KSP yang memiliki tanggung jawab penuh setara dengan tugas-tugas Wapres, setiap saat bisa memberikan informasi dan melakukan koordinasi dengan jajaran kementerian/lembaga serta TNI-Polri untuk menciptakan rasa aman di masyarakat.

"Teten harusnya mampu berkoordinasi dengan Menkopolkam, TNI-Polri, dan lembaga keamanan lain di sektor pertahanan dan keamanan. Tapi ternyata KSP justru mandul, tidak berfungsi dan tidak punya kemampuan dalam bidang keamanan negara. Bahkan Teten malah melakukan tindakan fatal, berupaya menjauhkan dan merusak hubungan TNI-Polri dengan Presiden Jokowi," katanya.


Serangan teroris di pusat ibukota negara jelas-jelas menghancurkan usaha Jokowi menarik investor. Tragedi teror bom yang juga tidak terlepas dari peran KSP yang seharusnya membantu Presiden Jokowi menjalankan program prioritas, termasuk jaminan keamanan negara, sudah pasti berimbas pada kepercayaan investor asing terhadap jaminan keamanan dan stabilitas berinvestasi di Indonesia.

"Teten malah sibuk dengan omongan-omongan yang melecehkan dan menghina masyarakat Papua dengan seragam kolor, yang seharusnya tidak pantas dilontarkan ke publik. Karena itu, Presiden Jokowi harus segera memecat Teten dan menggantinya dengan figur yang kapabel dan punya kapasitas, sekaligus punya kemampuan berkoordinasi dengan Menkopolkam, TNI-Polri, dan lembaga keamanan lain di sektor Hankam," papar Arief Poyuono yang juga Ketum FSP BUMN Bersatu.

Tragedi bom Sarinah, masih kata Arief, bukan hanya berakibat pada rasa tidak aman pada investor tapi juga membuat ketakutan bagi jutaan pekerja di pusat-pusat bisnis dan masyarakat ibukota negara. Dalam hemat dia, Teten tidak layak menjadi Kepala KSP.

"Di negara-negara yang ada Staf Kepresidenan, itu ditempati oleh orang yang memiliki jaringan luas ke semua institusi pemerintah, parlemen dan kelompok masyarakat dengan dukungan tim dari berbagai disiplin ilmu. Bukan hanya mengerti bagaimana membuat laporan kasus korupsi yang terkadang hanya pesanan dan belum tentu benar investigasinya," sindir dia.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya