Berita

mahfud md/net

Hukum

Mahfud MD: Mudah-mudahan Kewibawaan DPR Terjaga Dan KPK Tetap Istiqamah

SABTU, 16 JANUARI 2016 | 08:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pertengkaran antara Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, dengan penyidik KPK, saat penggeledahan ruangan anggota Fraksi PKS di DPR kemarin, mendapat perhatian publik.

Pro dan kontra terjadi. Sebagian mendukung tindakan KPK yang dalam penggeledahan membawa Brimob bersenjata lengkap, sebagian lagi menganggap KPK berlebihan atau over acting.

Pakar hukum Indonesia, Mahfud MD, mendapat pertanyaan terkait kasus ini di akun twitter-nya dari beberapa netizen. Awalnya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu mengaku baru tahu adanya berita "Fahri Vs penyidik KPK" karena kemarin sibuk mengajar seharian.


Ia pun mendapat pertanyaan dari para followersnya tentang kasus itu. Pertanyaan didominasi "apakah tindakan KPK itu dapat dianggap wajar atau berlebihan".

Mahfud menjawab dengan diplomatis. (Baca juga: KPK Bawa Brimob Bersenjata Api, Fraksi PKS Berang).

"Sama2 merasa melaksanakan tugas. Mudah2an kewibawaan DPR terjaga dan KPK tetap istiqamah memburu koruptor," kata Mahfud lewat @mohmahfudmd.

Fraksi PKS DPR RI memprotes keras tindakan penyidik KPK dalam penggeledahan ruang kerja salah satu anggota fraksinya. Tindakan ini terkait kasus korupsi politisi PDIP, Damayanti Wisnu Putranti.

Pasalnya, KPK memboyong beberapa personel kepolisian dari satuan Brimob, yang berseragam tempur dan menenteng senjata laras panjang, saat menggeledah ruang kerja Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana, ruang 0342 lantai III Gedung Nusantara I, Senayan. Penggeledahan dipimpin penyidik KPK, AKBP HM Christian.

Fraksi PKS merasa KPK sudah berlebihan karena bertindak seakan hendak menggerebek sarang teroris.

Selain itu, ketika ditanya soal surat penggeledahan ruang Yudi, penyidik KPK tidak bisa menunjukkannya. Penyidik KPK hanya berbekal surat penggeledahan ruang anggota PDIP, "Damayanti Wisnu Putranti dan kawan-kawan". [ald]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya