Berita

Pertahanan

Sutiyoso: Indonesia Lebih Hormati HAM Ketimbang Barat Dan Malaysia

JUMAT, 15 JANUARI 2016 | 17:01 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Penanganan kasus terorisme di Indonesia tergolong sangat menghormati hak asasi manusia (HAM) dan kebebasan. Bahkan lebih manusiawi dibandingkan negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Perancis dan beberapa negara Eropa lain.

Hal itu dikatakan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Sutiyoso, ketika jumpa pers di kantor BIN, Jakarta Selatan, Jumat (15/1), terkait serangan teroris di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, yang berlangsung kemarin pagi.

"Mereka (negara Barat) membuat kesimbangan antara HAM dan kebebasan. Tapi ketika keamanan nasional terancam terorisme, mereka dapat kedepankan proses intelijen di mana lembaga intelijen diberikan kewenangan untuk menangkap dan menahan," ungkap Sutiyoso.


Pernyataan purnawirawan TNI yang biasa disapa Bang Yos itu untuk menjawab opini publik bahwa intelijen negara telah "kecolongan" dengan terjadinya aksi teroris di Sarinah. Ia tegaskan, BIN sudah melakukan penyadapan, pemeriksaan aliran dana, dan penggalian informasi terhadap sasaran sesuai pasal 31 UU Intelijen Negara. Tetapi langkah itu dilakukan tanpa penangkapan dan penahanan sesuai pembatasan yang tertera dalam pasal 34 UU Intelijen Negara.

Mantan Ketua Umum PKPI itu membandingkan Indonesia dengan Malaysia yang telah mengubah UU terorismenya karena dianggap membahayakan keamanan nasional.

"Di Malaysia, seorang terduga teroris yang pulang dari Suriah dikasih gelang elektronik sehingga 24 jam dipantau oleh aparat intelijen," ungkapnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya