Berita

yasonna h laoly/net

Terlihat Bijak, Namun Sesungguhnya Menteri Yasonna Sedang Bunuh PPP Pelan-Pelan

KAMIS, 14 JANUARI 2016 | 08:29 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Akibat perlakuan Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly maka konflik Partai Pesratuan Pembangunan (PPP) semakin keras. Jurus baru Menkumham bak ustadz yang bijaksana menekan Islah tetapi sesungguhnya membunuh pelan-pelan. Pemerintah harus aware, kondisi ini menimbulkan instabilitas politik.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum PPP hasil Munas Jakarta, Humphrey Djemat, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Kamis, 14/1).

Menurut Humphrey, apa yang dilakukan Menkumham Yassona Laoly adalah bagian dari jurus pelemahan politik dan da'wah Islam dengan bersandar kepada politik kekuasaan.


"Setelah Muktamar Jakarta dimenangkan oleh hukum, Menkumham Yassona seakan tampil bak ustad yang bijak dan ikut menekan islah dan langkah damai. Terlihat begitu bijak tapi sebenarnya menghancurkan dan mengerdilkan PPP," katanya.

Lanjut Humphrey, Menkumham kali ini melanjutkan aksi brutalnya dengan cara halus. Kata dia, memaksakan langkah damai seolah islah dengan menekankan langkah kompromi dengan menarik munas Surabaya di kepengurusan untukemudian tetap merongrong dari dalam.

"Implikasinya partai ini lemah tak berdaya kritis. Kita dimasukkan dalam politik jaring laba-laba. Artinya, kalau tak menerima saran islah, kita akan di cap kaku dan tak toleran. Kalau kita menerima kita tahu akibatnya adalah kehancuran partai," ungkap Humprey.

Lanjut Humphrey, apa yang terjadi terhadap PPP sekarang begitu sistematis, PPP menghadapi pilihan tuduhan dan juga penghukuman ummat sebagai partai kacau dan tidak mencerminkan partai agamis.

"Ingatlah Menkumham manusia tidak akan hidup selamanya. Mungkin kali ini kekuasaan anda cukup untuk memutarbalikkan hukum yang sudah incraht. Ingat pembalasan Tuhan itu pedih," kata Humprey menegaskan. [ysa]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya