Gagasan menghidupkan kembali Garis Besar Haluan Negara dinilai hanya ilusi. Gagasan yang didengung-dengungkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri ‎itu dinilai sebagai ide usang mengembalikan kita ke masa lalu.
‎‎"Ide dari sebuah diskusi-diskusi kecil, tidak ada kajian mendalam, itulah namanya ilusimega," kata Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Arief, di akun Twitter miliknya, @AndiArief_AA, Rabu (13/1).
‎‎A‎ndi Arief menyatakan ide menghidupkan kembali GBHN sebagai bentuk eskapisme dan lari dari kenyataan.‎ Eskapisme adalah kehendak atau kecenderungan menghindar dari kenyataan dengan mencari hiburan dan ketenteraman di dalam khayal atau situasi rekaan‎.
‎‎"Kita hidup di era reformasi. Cara berfikir dan cara bertindak serta cara berpolitik tidak mungkin dimundurkan seperti era sebelumnya," kicau staf Presiden era Pemerintahan SBY ini.
‎Pikiran-pikiran pragmatis dan malas mencari solusi, menurut dia, yang membuat inspirasi dari cara pandang lama muncul. Padahal bukankah Orde Lama hampir menjerumuskan Indonesia di 1965-1966. Begitupula dengan cara Orde Baru yang hampir membuat Indonesia gagal di 1997-1998.
‎‎"Mengapa masih ada pikiran di era ini untuk kembali ke era dimana Indonesia hampir tenggelam? Di mana jasmerah?" kata Andi Arief menyindir.‎
‎Andi Arief‎ pun menyatakan jangan menyimpulkan kegagalan satu tahun pemerintahan Jokowi untuk menutupi fakta kita bisa bangkit sejak 1998-2014 dengan ide usang kembali ke masa lalu.‎
‎"Ide bukan lahir dari romantisme . Ide harus bersandar pada keadaan baru. Tidak mungkin solusi tiba-tiba datang dari sesuatu yang usang‎," tukasnya.
[dem]‎