Berita

megawati soekarnoputri/net

Politik

Kembali ke UUD 1945 Yang Asli, Keinsyafan Paripurna Yang Harus Diperjuangkan Megawati

RABU, 13 JANUARI 2016 | 12:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Aktivis pro demokrasi Ratna Sarumpaet mengkritik keras gagasan Megawati Soekarnoputri yang ingin mengembalikan fungsi Majelis Permusyawaratan Rakyat untuk mengatur Garis Besar Haluan Negara.

Ratna merasa ada yang janggal dari gagasan yang disampaikan Megawati dalam pidato politiknya saat membuka Rakernas PDIP dan Ulang Tahun ke-43 PDIP di JIExpo, Jakarta, Minggu (10/1) lalu.

Mega mendorong GBHN dihidupkan kembali dengan nama baru yaitu Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PNSB) padahal dia selama ini membiarkan Neolib menghancurkan kedaulatan Negara.


Menurut Ratna, semestinya Mega mengajak untuk memperjuangkan kembali ke UUD 1945 yang asli karena nyatanya UUD Amandemen 2002 membuat kehidupan politik dan sosial budaya bangsa kehilangan jiwa dan moral.

Berikut ini pernyataan lengkap Ratna mengkritik Mega;

Setelah dengan membabibuta ibu dan kawan-kawan membuka jalan bagi Neolib merampok kekayaan bangsa ini, membiarkan mereka membentur kedaulatan negara dan memiskinkan rakyat, ibu tiba-tiba ingin mengembalikan fungsi MPR menyusun GBHN.

Ibu bahkan tak sadar seberapa jauh Pancasila telah tercampakkan dari UUD Amandemen 2002 yang ibu tandatangani itu, membuat kehidupan politik dan sosial budaya bangsa ini kehilangan jiwa dan moral.

Kembali ke UUD 1945 yang asli, bu. Itu keinsyafan paripurna yang harus ibu perjuangkan‎ kalau ibu tidak ingin bangsa ini hancur.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya