Berita

Politik

Sengketa Golkar Harus Dikembalikan ke Mahkamah Partai

RABU, 13 JANUARI 2016 | 08:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mahkamah Partai Golkar merupakan ujung tombak untuk menyudahi kisruh internal yang terjadi antara kubu Abu Rizal Bakrie dan Agung Laksono.

‎‎"Mahkamah Partai, merupakan lembaga tertinggi dalam sebuah partai. Seharusnya, Mahkamah Partai Golkar bergerak cepat untuk meredam konflik agar Golkar tidak semakin hancur," kata ‎pengamat ukum tata negara, Dr Daniel Yusmic di Jakarta, kemarin (Selasa, 12/1).‎

‎Ia meyakini Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly bukan biang kerok konflik Golkar seperti yang dituduhkan selama ini.


‎‎"Menteri Yasonna tidak akan melakukan intervensi. Tugas Yasonna mewakili pemerintah sebenarnya hanya menjalankan apa yang menjadi keputusan mahkamah partai. Jadi, semua berpulang ke mahkamah partainya masing-masing," jelas pengajar di Universitas Atma Jaya ini.

‎Dikatakan, berdasarkan ketentuan yang dimuat dalam UU 2/2011 tentang Parpol‎ terdapat ketentuan yang mengatur perselisihan partai politik yang intinya semua perselisihan harus diselesaikan dengan mekanisme internal. Pasal 32 UU Parpol menyebutkan penyelesaian perselisihan internal parpol dilakukan suatu mahkamah partai atau sebutan lain yang dibentuk parpol. ‎‎

‎"Putusan mahkamah partai sudah final karena diatur dalam UU Parpol. Artinya, pemerintah wajib menjalankan putusan partai. Jadi, Yasonna jangan melawan keputusan mahkamah partai yang sedang bertikai," ujarnya.

‎‎Dia melihat mahkamah partai Golkar belum habis masa baktinya dalam kepengurusan. Oleh karenanya dia masih berwenang memutuskan sengketa kubu Ical dan kubu Agung.‎ Nanti, lanjut Daniel, Menkumham tinggal menjalakan keputusan mahkamah.

‎‎"Jadi, tidak, ada lagi kata Yasona melawan keputusan mahkamah partai. ‎Kalau tidak menjalankan keputusan mahkamah partai ya Mekumham melawan UU," tegas dia.‎[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya