Berita

Sya'roni/net

Sudirman Said Sebaiknya Klarifikasi Soal Fasilitas dari Perusahaan Gas Saat Kunjungan ke Maluku

SENIN, 11 JANUARI 2016 | 17:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tersiar kabar tidak sedap perihal kunjungan Menteri ESDM Sudirman Said ke Maluku akhir pekan lalu. Dikabarkan perjalanan ke Maluku tersebut difasilitasi perusahaan gas asing yang sangat berkepentingan dengan pengelolaan Blok Masela.

Jika kabar ini benar, maka ini untuk kedua kalinya Sudirman Said dikabarkan melakukan perjalanan dinas dengan uang haram. Sebelumnya, Sudirman Said juga pernah dikabarkan melakukan kunjungan dengan menggunakan private jet, namun biaya carter pesawat ditagihkan kepada Petral (anak usaha Pertamina) sebesar 37.500 dolar AS atau setara Rp 471,9 juta.

‎"Ada baiknya Sudirman Said segera mengklarifikasi kebenaran kabar tersebut. Karena bagaimana pun seorang pejabat sudah mendapatkan jatah anggaran perjalanan dinas dari negara, sehingga tidak diperbolehkan lagi menerima dana dari korporasi," desak Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Keadilan (Humanika), Sya'roni, kepada redaksi (Senin, 11/1).

‎Negara, sebut dia, menjamin ongkos perjalanan dinas pejabat dengan harapan pejabat yang bersangkutan tidak tersandera oleh kepentingan pihak tertentu. Bagaimana pun pihak yang telah menggelontorkan sejumlah uang pastilah memiliki target terselubung. 

‎"Seorang pejabat haruslah menjaga integritas untuk tidak menerima fasilitas apa pun dari pihak luar. Kalau seorang pejabat sudah menerima fasilitas dari pihak luar, maka di saat itulah integritasnya telah sirna. Dan jika seseorang sudah tidak memiliki integritas, maka pada saat itu pula sudah tidak pantas menyandang jabatan publik," katanya.‎

‎Selain itu, kata Sya'roni, gaya hidup menggunakan private jet juga tidak sesuai dengan komitmen pemerintahan Jokowi yang menggaungkan Nawacita dan Trisakti. Jika komitmen Presiden sudah berani dilanggar oleh seorang menteri, maka komitmen presiden patut dipertanyakan keampuhannya.

‎"Jangan sampai kewibawaan Jokowi menjadi luntur hanya gara-gara perilaku menterinya yang tidak menjalankan komitmen presiden," tukasnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya