Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) terus mendorong pengoptimalan penyerapan dana desa dengan program padat karya.
"Saya tidak akan bosan mengajak para kades dan semua masyarakat desa untuk segera memakai dana desa dengan program padat karya, terutama dengan membangun infrastruktur desa. Juga membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) agar potensi ekonomi desa tergarap maksimal," ujar Menteri Marwan Jafar dalam keterangannya (Senin, 11/1).
Menteri Marwan meminta para kepala desa, perangkat desa, dan semua masyarakat desa jangan ragu-ragu apalagi takut memakai dana desa.
Menteri Marwan mencontohkan Desa Huntu Barat, Bone Bolango, Gorontalo yang sukses penggunaan dana desa dengan program padat karya.
Dana desa yang telah disalurkan langsung dipakai membuat BUMDesa perikanan air tawar yang memberi manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat. Dana desa pun langsung membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Huntu Barat.
"Penyerapan dana desa di Huntu Barat sangat cepat dan sudah 100%. Hasilnya terlihat dengan terbangunnya kolam-kolam perikanan air tawar yang langsung memberi pemasukan bagi masyarakat desa. Ini menjadi contoh bagus bagi desa-desa lainnya," ujarnya.
Jika semua desa bekerja cepat menggunakan dana desa, lanjut Menteri Marwan, maka secara otomatis dana desa akan terserap sehingga tidak kembali ke pusat. Dana desa akan berputar di desa dan dapat menghidupkan perekonomian lokal desa. Jika ekonomi desa bergerak positif, tentunya akan mampu mendongkrak perekonomian nasional.
[dem]