Berita

ilustrasi/net

KedaiKOPI: Desakan Reshuffle Menurun

SENIN, 11 JANUARI 2016 | 13:34 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

 Hasil survei terbaru KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) ‎menyimpulkan tren persepsi publik terkait perlunya reshuffle Kabinet Kerja mengalami penurunan.

"Persepsi tentang perlunya reshuffle kabinet, 50,3% responden menganggap perlu, 32,9% tidak perlu, sisanya tidak menjawab/tidak tahu. Survei dilakukan melalui telepon kepada 1200 responden dari seluruh Indonesia pada 2 hingga 6 Januari 2016," kata Jurubicara KedaiKOPI, Hendri Satrio, dalam keterangannya kepada redaksi (Senin, 11/1).‎

‎Saat ini, sebut Hendri, desakan perlunya reshuffle mengalami penurunan. Survei yang dilakukan KedaiKOPI pada Oktober 2015 menunjukkan 55,8% responden menganggap reshuffle perlu dilakukan Jokowi, sementara 37,5% menganggap tidak perlu.


‎"Penurunan tingkat urgensi reshuffle kabinet saat ini diperkirakan terkait meningkatnya kepuasan publik terhadap kinerja kabinet Jokowi. 52% responden menyatakan puas dengan pemerintahan Jokowi-JK, hanya 45,9% menyatakan tidak puas," ungkap Hendri.‎

‎Lebih jauh Hendri mengungkapkan, kalaupun Presiden Jokowi melakukan reshuffle, publik berharap hal itu dilakukan berdasarkan pertimbangan kinerja menteri. ‎

‎Sebanyak 57,4% responden meminta menteri yang dicopot berdasarkan prestasi menteri yang bersangkutan. 

‎"Hasil survei ini tentu saja sangat dipengaruhi pada kejadian, peristiwa, momentum politik yang terjadi saat telesurvei dilakukan namun tidak terbatas pada poin kepuasan kepada kinerja pemerintah dan nama menteri ‎yang diusulkan untuk direshuffle," tukas Hendri.‎[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya