Berita

Politik

Perseteruan Antar BUMN Marak, Rini Soemarno Layak Didepak

SENIN, 11 JANUARI 2016 | 10:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo punya alasan kuat mendepak Rini Soemarno dari Kabinet Kerja. Nyata betul kebijakan Rini sebagai Menteri BUMN tidak bisa padu dan seirama dalam mensukseskan program Presiden Jokowi seperti tertuang dalam Nawacita.

"Rini Soemarno tidak layak lagi dipertahankan sebagai menteri BUMN dan harus segera diganti dan jangan dipindah posnya ke kementerian lain," kata Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean, dalam keterangannya (Senin, 11/1)/

Setahun lebih memimpin Kementerian BUMN, sebut Ferdinand, Rini berprestasi buruk. Dia antara lain mendiamkan BUMN tidak sehat karena tidak punya nilai dan hanya fokus pada BUMN besar yang nilai kapitalnya besar.


"Di era Rini sekarang, BUMN banyak yang terbengkalai dan tidak terurus. Banyak BUMN dibiarkan tanpa adanya upaya untuk memperbaiki kinerja dengan mengganti jajaran direksi yang memang tidak mampu membangkitkan perusahaan," katanya.

Selain itu, di era Rini, yang paling parah adalah maraknya perseteruan antara BUMN. Dia mencontohkan Pertamina berseteru dengan PLN terkait harga uap panas Geothermal dan terkait niaga gas. Dan anehnya, Rini sebagai Menteri BUMN lebih berpihak pada hal-hal yang merongrong nilai-nilai positif dan kebaikan Negara.

Untuk perseteruan Pertamina dengan PGN tentang niaga gas, Rini sangat berpihak pada PGN yang jelas-jelas sahamnya 43% milik asing. Rini juga mendukung PGN untuk mencaplok Pertagas, anak usaha Pertamina yang sedang sehat dan sahamnya 100% milik negara. Padahal, kata Ferdinand, mestinya PGN dibubarkan dan dimerger menjadi anak usaha Pertamina dengan terlebih dulu mem-buy back saham asingnya.

"Demikian juga perseteruan antara Pertamina dengan PLN, seolah Pertamina disalahkan dengan mematok harga uap panas padahal mestinya ini murni bisnis. Pertamina tentu punya hitungan sendiri yang didasari hitungan supaya tidak rugi, sementara PLN seolah menjadi otoriter dalam posisinya sebagai off taker energi listrik.

"Rini benar-bebar berpihak pada yang tidak baik dan tidak benar. Belum lagi kebijakannya yang bersyahwat tinggi mengutang ke luar, ini tentu sangat tidak sehat bagi masa depan BUMN kita. Dari sedikit catatan ini kita simpulkan Rini memang tidak layak lagi dipertahankan sebagai mentri BUMN," tukasnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya