Berita

Politik

Dua ABK Indonesia Dipulangkan dari Nairobi

MINGGU, 10 JANUARI 2016 | 19:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dua orang Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia yang terdampar di perairan Somalia tanggal 4 Agustus 2015, telah dipulangkan ke Indonesia pada hari ini (Minggu, 10/1). Kedua ABK yang terdiri dari kapten dan kepala mesin di kapal Al Amal tersebut akan tiba di Jakarta pada besok (Senin, 11/1).  

Duta Besar RI di Nairobi, Sunu M. Soemarno, mengatakan pemulangan ABK tersebut sebagai wujud dari kerja nyata yang dilakukan pemerintah Indonesia. Sebelumnya, 10 ABK asal Indonesia yang bekerja pada kapal yang sama telah dipulangkan pada tanggal 12 Agustus 2015.

"Perlindungan WNI adalah salah satu program prioritas Pemerintah," kata Sunu M. Soemarno seperti diinformasikan dalam keterangan tertulis yang dikirim Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI di Nairobi kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu.


"Segera, setelah menerima kabar kapal Al-Amal kandas, KBRI Nairobi melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait," tambah Sunu M. Soemarno.

Sejak tahun 2012, sudah sekitar 728 orang ABK dari 222 kasus yang diselesaikan permasalahannya oleh KBRI Nairobi. Yoshi Iskandar, Minister Counsellor Perlindungan WNI KBRI Nairobi menambahkan bahwa pemulangan 10 ABK termasuk dua ABK yang terbaru merupakan hasil kerja sama yang baik antara KBRI Nairobi, Kemlu Jakarta, otoritas Somalia, agen Korea Selatan dan UNODC.

"Koordinasi antara pihak-pihak terkait dalam proses pemulangan ABK berlangsung erat," jelas Yoshi.

"Biaya pemulangan kedua belas ABK Indonesia ditanggung oleh agen ABK," lanjut Koordinator Perlindungan WNI di KBRI Nairobi tersebut.
 
Kapal Al Amal adalah kapal penangkap ikan berbendera Yaman dengan awak kapal dari agen atau perusahaan Korea Selatan. Kapal tersebut kandas di lepas pantai Eyl, Puntland, Somalia, setelah dihantam badai.

Dari 30 orang ABK, 12 diantaranya berkewarganegaraan Indonesia. Sedangkan sisanya terdiri dari warga Negara Vietnam dan Kenya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya