Berita

yenny soecipto/net

Politik

Anggaran Kompleks Mewah DPR Rp 570 Miliar Tidak Wajar

JUMAT, 08 JANUARI 2016 | 16:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menemukan anggaran tidak wajar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Temuan ini berdasarkan kajian terkait anggaran internal DPR untuk kebutuhan Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun 2016.

"Salah satunya, anggaran untuk proyek pembangunan komplek mewah DPR dengan total Rp 570 miliar," kata Sekjen Fitra, Yenny Sucipto, dalam keterangan tertulis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (8/1).

Dia menjelaskan anggaran Rp 570 miliar itu merupakan total dari anggaran sejumlah proyek. Yakni, pembangunan gedung DPR senilai Rp 480.162.750.000, manajemen konstruksi pembangunan gedung dan poliklinik Rp 10.046.400.000, pelaksanaan konstruksi pembangunan alun-alun demokrasi Rp 68.719.650.000, perencanaan konstruksi pembangunan alun-alun demokrasi Rp 9.151.950.000, dan manajemen konstukri pembangunan alun alun demokrasi sebesar Rp 1.748.600.000.


"Perlu diketahui, hingga saat ini belum ada dokumen perencanaan dan dokumen pendukung lainya. Namun kengototan dan kegigihan elit DPR berhasil menaklukkan Pemerintah untuk menyetujui proyek ajaib ini," kata Yenny sembari mengingatkan dana pembangunan komplek mewah DPR akan selalu bertambah tahun depan karena menggunakan mekanisme multiyear hingga 2019.

Anggaran tidak wajar, lanjut Yenny, juga ditemukan dalam item anggaran untuk rumah jabatan anggota DPR di Ulujami dan Kalibata. Berdasarkan rencana umum pengadaan, total anggaran pengadan rumah jabatan mencapai Rp 106.144.933.000, terdiri dari kelengkapan sarana ruang keluarga, ruang kerja, ruang tamu, ruang makan, ruang kamar utama dan ruang kamar anak.

"Tapi dalam RUP tidak dirinci peruntukannya. Kami menuntut batalkan pembangunan mega proyek mewah DPR yang ajaib dan tidak sesuai dengan kebutuhan peningkatan kinerja ini," demikian Yenny.[dem]


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya