Berita

Gerindra Bisa Ditinggalkan Rakyat Jika Bergabung dengan Pemerintah

JUMAT, 08 JANUARI 2016 | 09:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Isu bergabungnya Partai Golkar dengan koalisi partai pendukung pemerintah tidak mempengaruhi sikap Partai Gerindra. Partai besutan Prabowo Subianto itu menegaskan dengan tegas tetap berada di luar pemerintahan.

"Kami akan tetap konsisten menjadi mesin kotrol politik agar kekuasaan tidak digunakan sewenang-wenang demi kepentingan segelintir penguasa dan pemilik modal, dan agar pemerintah hanya bekerja untuk mensejahterakan rakyat," ujar anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, dalam keterangannya kepada redaksi sesaat lalu (Jumat, 8/1).

Ada dua hal yang menjadi alasan mengapa Gerindra harus tetap di luar pemerintahan. Pertama, kata Habiburokhman, berada di luar pemerintahan adalah cerminan dari aspirasi sebagian besar pendukung partai Gerindra dan Prabowo-Hatta pada Pileg dan Pilpres lalu yang tidak begitu puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-JK. Ketidakpuasan tersebut akibat pemerintahan Jokowi-JK yang belum juga bisa menyelesaikan persoalan-persoalan penting bangsa dan negara.


Menurut Habiburokhman, saat ini ada banyak kebijakan pemerintah Jokowi-JK yang bertentangan dengan kepentingan rakyat, seperti perpanjangan izin ekspor konsentrat Freeport meski belum sepenuhnya membangun smelter, perpanjangan konsesi pelabuhan Tanjung Priok kepada Hutchison Port Holding, dan RUU yang relatif melemahkan KPK.

"Saya mendapat sms dari ratusan kader dan simpatisan di berbagai wilayah di seluruh Indonesia, intinya mereka menyatakan tetap menginginkan Partai Gerindra berada di luar pemerintahan. Kami juga memantau media sosial seperti facebook dan twitter dan mendapat gambaran yang sama," kata Habiburokhman yang juga Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra.

Alasan kedua, bagi sebuah partai politik, konsistensi dalam bersikap secara ideologis sangat penting. Partai Gerindra, lanjut Habiburokhman, mendapat dukungan dari rakyat yang begitu besar sehingga saat ini menjadi partai nomor tiga di parlemen, juga karena konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.

"Oleh karenanya jika tiba-tiba kami berubah sikap menjadi partai pendukung pemerintah, bisa jadi kami akan ditinggalkan rakyat," tukas Habiburokhman.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya