Berita

Politik

Buloggate, JK Harus Bertanggung Jawab!

RABU, 06 JANUARI 2016 | 13:41 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kalau benar otak pelengseran Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) dari kursi kepresidenan pada 2001 adalah Jusuf Kalla, seperti diungkapkan wartawan senior jebolan Universitas Hasanuddin Tomi Lebang, maka Wapres JK secara moral dan politik harus mempertanggungjawabkannya kepada rakyat Indonesia, khususnya kaum Nahdliyin.
 
Hal ini dikatakan Adhie M Massardi, juru bicara Presiden Gus Dur ketika itu, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu siang (6/1), saat dimintai tanggapannya atas pernyataan Tomi Lebang tentang kejatuhan Gus Dur yang ditulis dalam akun facebook-nya,.
 
Menurut bekas wartawan majalah Tempo yang mengaku pernah mewawancarai JK kala itu, Gus Dur jatuh karena "skandal korupsi" Rp 35 miliar di Bulog yang melibatkan Wakablog Sapuan dan orang yang mengaku tukang pijat Gus Dur (dalam terminologi politik nasional dikenal sebagai Buloggate).
 

 
"Semua diawali dengan blak-blakan Jusuf Kalla-Jusuf ketiga dalam blantika politik Indonesia asal Makassar," tulis Tomi Lebang dalam catatan yang diberi judul JUSUF yang diunggah di akunnya (klik di sini).
 
Adhie membantah Gus Dur jatuh karena kasus Bulog. Sebab fakta politiknya, SI MPR yang digelar untuk menjatuhkan Gus Dur alasannya karena pergantian Kapolri tanpa persetujuan DPR, kemudian diubah seketika menjadi "karena Gus Dur mengeluarkan dekrit". Semua itu sepenuhnya rekayasa politik yang kasar dan tidak bermartabat.
 
"Tapi memang harus diakui, kasus Buloggate merupakan rekayasa politik yang menjadi titik awal pendelegitimasian pemerintahan Gus Dur secara terstruktur, sistematis dan masif. Saya tidak tahu siapa perekayasa Buloggate. Setelah baca catatan Tomi Lebang ini saya baru tahu, otak di balik kasus ini ternyata Jusuf Kalla," tutur Adhie.
 
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) ini mengakui kecanggihan JK dalam bermanuver politik. Karena meskipun dicopot Gus Dur sebagai Menteri Perindustrian karena terindikasi korupsi, JK tetap eksis di pangung politik nasional. Setelah jadi Menko di era Megawati, bisa jadi Wapres rezim SBY dan kini di era Jokowi.
 
"Secara pribadi, hubungan saya dengan JK lumayan baik. Bahkan secara terbuka saya mendukung gagasan JK saat mendorong Pindad untuk membuat panser (kendaraan lapis baja) bagi TNI. Jadi sangat jauh panggang dari api kalau saya (dan Mas Rizal Ramli) menyerang JK karena dendam masa lalu, seperti ditulis Tomi Lebang. Karena saya tidak tahu siapa sesungguhnya master mind perekayasa kasus Buloggate sebelum ini." katanya.
 
"Apalagi faktanya, saya (dan Mas Rizal) kan tidak pernah menyerang pribadi Pak JK. Kami hanya tetap konsisten melawan pejabat KKN, benalu bagi bangsa ini. Cuma entah kenapa, setiap kali meneriakkan soal KKN, reaksi keras selalu datang dari Pak JK," tambahnya.
 
Sekarang, setelah baca catatan Tomi Lebang soal kasus Bulog, Adhie merasa mendapat kehormatan dituduh sebagai pembela Gus Dur yang militan.

"Membela orang baik sekaliber Gus Dur pasti tidak ada salahnya," pungkas Adhie. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya