Berita

Menteri Sudirman Said Suka Ambil Kebijakan Sepihak

SELASA, 05 JANUARI 2016 | 16:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Menteri ESDM Sudirman Said benar-benar suka mengeluarkan kebijakan sepihak, tanpa berkoordinasi terlebih dahulu dengan menteri koordinator dan bahkan presiden.

Bukti terbaru tercermin dalam kebijakan memungut dana ketahanan energi dari penjualan BBM. Kebijakan tersebut mestinya berlaku per hari ini tetapi kemarin dibatalkan.

Kebijakan memungut dana ketahanan energi tak jadi diberlakukan setelah dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Negara kemarin, banyak yang menyampaikan penolakan.


Pada prinsipnya semua sepakat perlu ada dana ketahanan energi. Tapi, kabarnya, dalam rapat berkembang pandangan kebijakan Sudirman Said itu tidak adil karena hanya diambil dari penjualan premium dan solar. Logikanya, dana hanya dipungut dari masyarakat kalangan menengah ke bawah, sementara saweran tidak diberlakukan kepada masyarakat kalangan atas penikmat pertamax.

Masalah lain yang jadi sorotan, dana ketahanan energi dianggap sebagai dana nonbudgeter. Kabarnya, ada menteri yang mengingatkan Presiden Jokowi karena dana nonbudgeter rentan penyelewengan, sebagaimana yang terjadi pada masa Orde Baru. Lain soal kalau dana tersebut tercatat dalam APBN atau dikenal dengan dana budgeter.

Ide Sudirman Said dana ketahanan energi akan dikelola oleh badan khusus juga ikut disorot. Ada menteri, kabarnya, berpandangan badan tersebut akan mirip Badan Penyangga Pemasaran Cengkeh (BPPC) yang dibentuk era Presiden Soeharto.‎ Akibat buruk dari badan khusus ini akan melahirkan terjadinya monopoli dan pada akhirnya merusak harga. Keberadaan BPPC yang melibatkan perusahaan milik Soeharto, ketika itu, membuat harga cengkeh hancur karena semua petani wajib menjual cengkehnya ke BPPC.

Kabar lainnya, ada menteri yang sempat menyampaikan kalau kebijakan Sudirman Said diberlakukan bisa memperlemah posisi hukum dan politik presiden Jokowi karena tidak jelasnya aturan di tataran implementasi. Karena itu sang menteri menolak ide Sudirman Said.

Sebelumnya, Sudirman Said membuat keputusan sepihak terkait ekplorasi Freeport di Papua. Sudirman menjanjikan akan memperpanjang kontrak Freeport dan merevisi Undang-Undang Mineral dan Batubara, padahal kontrak karya Freeport paling cepat dibahas pada tahun 2019, atau dua tahun sebelum kontrak karya berakhir tahun 2021.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya