Berita

Politik

Kepretan Rizal Ramli dan Adhie Massardi Dianggap Balas Dendam ke JK

SENIN, 04 JANUARI 2016 | 11:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Motif di balik upaya Rizal Ramli "mengepret" sejumlah proyek berbau KKN terus dipersoalkan. Ada yang menyebut kepretan yang diarahkan ke Jusuf Kalla itu bagian dari balas dendam terhadap apa yang dilakukan Wakil Presiden di masa lalu.

Kesimpulan demikian disampaikan akun facebook yang mengatasnamakan Tomi Lebang. Motif yang sama mendasari tokoh pro demokrasi Adhie Massardi yang juga kerap 'menyerang' JK. Menurut penulis, serangan Rizal dan Adhie bukan karena kecintaan kepada negara.

Tomi menyebarluaskan kesimpulan tersebut di akun fecebooknya pada 2 Januari 2015. Saat mengupload pesannya, Tomi menulis tengah berada di Hongkong. Sebagai sebuah fenomena di dunia maya, tulisan ini menarik namun ceritanya perlu diperdebatkan.


Tomi menceritakan kejadiannya bermula saat JK menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan merangkap Kepala Bulog di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Saat menjabat Kabulog, JK nyaris terseret dalam kisruh besar skandal Bulog. Di belakangnya, Wakil Kabulog, Sapuan, bekerja sama dengan pengusaha dekat Gus Dur, Soewondo menggasak uang milik yayasan karyawan sebesar Rp 35 miliar.

Urusannya menjadi rumit, menurut dia, ketika terungkap bahwa duit itu cair atas perintah Gus Dur. Sapuan masuk penjara di tahun 2000. Soewondo yang belakangan diakui sebagai "tukang pijat" oleh Gus Dur juga ikut diterungku.

Kasus yang dibongkar secara terang benderang oleh JK ini pada akhirnya membuat Gus Dur terjungkal dari kursi presiden. Rizal Ramli yang saat itu Menko Perekonomian dan Adhi Massardi yang juru bicara presiden, menurut penulis, ikut terlempar keluar dari lingkaran kekuasaan.

"Jika sekarang Rizal Ramli dan Adhi Massardi seperti tak henti-hentinya "menyerang" Jusuf Kalla, anda sudah tahu asal muasalnya: sebuah cerita yang dipicu kejadian pahit di masa silam. Bukan urusan kecintaan kepada negara," demikian isi pesan yang ditulis Tomi.[dem]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya