Berita

kim jong un/net

Dunia

Pesan Tahun Baru Kim Jong-un: Reunifikasi Korea Tanpa AS

SENIN, 04 JANUARI 2016 | 11:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tahun 2016 ini masih membawa tugas yang sama bagi Korea Utara, yakni menciptakan reunifikasi nasional. Hal itu merupakan tujuan prioritas yang paling pentung dan mendesak.

Begitu kata pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un dalam pesan tahun barunya.

Merujuk pada pengalaman tahun lalu, ujar Kim, sulitnya proses reunifikasi Korea tercapai disebabkan oleh adanya pihak-pihak anti-reunifikasi yang berupaya mengganjal proses tersebu serta belum adanya titik temu dengan Korea Selatan tentang arah reunifikasi itu sendiri.


"Pihak berwenang Korea Selatan di depan umum berusaha untuk mewujudkan tujuan mereka, yakni mengubah rezim di negara kita serta melakukan unifikasi sistem secara sepihak," kata Kim dalam teks pidatonya yang diterima redaksi.

Menurutnya, hal itu merusak prinsip utama reunifikasi yang harusnya lebih mengutamakan dialog antar-Korea serta menciptakan situasi ketidakpercayaan dan konfrontasi antara utara dan selatan.

Selain itu adanya intervensi asing terutama dari Amerika Serikat juga semakin memperburuk keadaan. Padalah, menurut Kim, masalah antar dua Korea harusnya bisa diselesaikan secara mandiri sehingga bisa selaras dengan aspirasi dan tuntutan bangsa.

"Hal ini tidak lain dari kekuatan luar yang membagi bangsa kita, dan juga tidak lain dari Amerika Serikat dan pengikutnya yang menghambat penyatuan kembali negara kita," tegas Kim.

"Tahun ini, kita harus memegang teguh slogan untuk menggagalkan tantangan dari pasukan anti-reunifikasi dan mengantarkan era baru reunifikasi independen," sambungnya.

Kim menegaskan harapan warga Korea Utara untuk mencegah bahaya perang dan menjaga perdamaian serta keamanan di semenanjung Korea. Karena itulah ia menyebut bahwa salah satu upaya utama yang harus dilakukan untuk selangkah lebih maju ke proses reunifikasi adalah dihentikannya latihan perang gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat di Semenanjung Korea. Menurutnya, hal itu justru memicu provokasi militer.

"Ini adalah sikap konsisten kami untuk berusaha dengan kesabaran bagi perdamaian di semenanjung dan keamanan di wilayah tersebut. Namun, jika agresor berani memprovokasi kita, meskipun pada tingkat yang rendah, kita tidak akan pernah mentolerir itu tapi merespon tegas dengan perang suci tanpa ampun," tegas Kim. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya