Berita

ilustrasi/net

Dunia

Bank ASI Atasi Masalah Kematian Bayi di Afrika Selatan

MINGGU, 03 JANUARI 2016 | 14:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kendati perekonomian Afrika Selatan saat ini tengah berkembang, namun negara tersebut masih memiliki masalah terkait angka kematian bayi yang tinggi.

Data tahun 2013 menyebutkan bahwa angka kematian bayi di negara tersebut adalah 32,8 per 1.000 kelahiran. Jumlah tersebut dinilai jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara dengan pendapatan sebanding seperti Mesir, Indonesia atau Aljazair.

Salah satu faktor tingginya angka kematian bayi adalah karena kurangnya asupan gizi, terutama dari Air Susu Ibu (ASI). Menurut UNICEF, anak-anak yang mendapatkan ASI ekslusif memiliki potensi 14 kali lipat untuk bertahan hidup dalam enam bulan pertama kehidupan daripada anak-anak yang diberi susu formula.


Namun Afrika Selatan memiliki tingkat menyusui yang sangat rendah, yakni hanya 7,4 persen. Hal itu merupakan dampak dari kemiskinan serta pemasaran yang efektif oleh perusahaan susu formula bayi.

Ibu-ibu dari kalangan kurang mampu harus kembali bekerja usai melahirkan sehingga tak cukup waktu untuk menyusui.

Melihat situasi tersebut, kelompok yang menamakan diri South African Breastmilk Reserve (SABR) menggalakkan bank ASI. Prinsip bank ASI itu sederhana, yakni ibu sehat menyumbangkan ASI nya, kemudian ASI tersebut diuji untuk selanjutnya menjalani proses pasteurisasi demi menghilangkan bakteri dan dikirim ke bayi yang membutuhkan.

"Setiap tetes ASI berharga," kata SABR.

Sepanjang tahun 2015 lalu, jaringan bank susu itu memasok susu ke 87 rumah sakit dan membantu lebih dari 2.800 anak.

Langkah tersebut dinilai efektif untuk menekan angka kematian bayi di Afrika Selatan.

"Bank ASI harus dipromosikan dan didukung sebagai pendekatan yang efektif untuk mengurangi angka kematian untuk bayi yang tidak dapat disusui," kata kementerian Afrika Selatan kesehatan dalam sebuah laporan baru-baru ini seperti dimuat AFP. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya