Berita

rusia/net

Dunia

AS Dan NATO Disebut Ancaman Keamanan Nasional Rusia

MINGGU, 03 JANUARI 2016 | 12:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia menempatkan Amerika Serikat sebagai salah satu ancaman nasional dalam strategi baru negeri beruang merah itu.

Hal itu tertuang dalam dokumen resmi berjudul "About the Strategy of National Security of Russian Federation" yang ditandatangani oleh Presiden Rusia Vladimir Putin pada malam tahun baru lalu.

Dokumen tersebut menggantikan versi terdahulunya, tahun 2009 yang didukung oleh mantan Presiden Dmitry Medvedev.


Dalam dokumen itu disebutkan bahwa Rusia saat ini berhasil meningkatkan perannya dalam memecahkan masalah global dan konflik internasional. Peran yang semakin meningkat tersebut telah menyebabkan reaksi oleh Barat.

"Penguatan Rusia terjadi dengan latar belakang ancaman baru untuk keamanan nasional, yang memiliki sifat kompleks dan saling terkait," kata dokumen tersebut seperti dikutip Reuters.

Disebutkan juga dalam dokumen itu bahwa dengan melakukan kebijakan yang independen baik secara domestik maupun internasional, telah menyebabkan adanya penentangan dari Amerika Serikat dan sekutunya. Mereka tengah berjuang untuk mempertahankan dominasi dalam urusan global.

"Pada gilirannya cenderung mengarah ke tekanan politik, ekonomi, militer dan informasi (pada Rusia)," lanjut dokumen itu.

Selain itu dalam dokumen tersebut disinggung pula soal masalah aneksasi Rusia atas Krimea yang berkaitan dengan konflik Ukraina serta pengaruh Barat di dalamnya.

Disebutkan bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa telah mendukung sebuah kudeta konstitusional di Ukraina yang menyebabkan kesenjangan di dalam masyarakat Ukraina dan berujung pada konflik militer.

Di samping Amerika Serikat, masih dalam dokumen yang sama, NATO juga disebutkan sebagai ancaman bagi keamanan nasional Rusia.

Dokumen tersebut akan berfungsi sebagai dasar untuk strategi perencanaan yang berkaitan dengan keamanan nasional oleh badan-badan negara yang berbeda. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya