Berita

Menteri Tjahjo Kumolo Terkesan Dengan Sikap Santun Sabam Sirait

MINGGU, 03 JANUARI 2016 | 02:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Selain mengenal ideologi dan tradisi politiknya, apabila mau masuk PDI Perjuangan maka juga harus mengenali dulu para tokohnya, serta para senior dan pendirinya. Di antara tokoh yang harus dikenal itu misalnya Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Taufiq Kiemas serta Sabam Sirait.

Demikian disampaikan Menteri Dalam Negeri yang juga mantan Sekjen PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, saat menghadiri acara open house yang digelar keluarga Sabam Sirait dalam rangka syukuran memasuki tahun 2016. Acara digelar di kediaman Sabam di Jalan Depos, Bintaro, Jakarta Selatan (Sabtu, 2/1).

Di mata Tajhjo Kumolo, Sabam Sirait, meskipun pendiri PDI Perjuangan, merupakan politisi yang santun. Tjahjo pun terkesan dengan sikap Sabam. Bila ada rapat fraksi yang tidak bisa dihadiri, tak segan-segan Sabam minta izin.


"Pak Sabam ini lebih Jawa dari orang Jawa. Bila ada sesuatu yang penting Pak Sabam sebagai senior tidak memanggil saya tetapi malah datang ke ruangan saya dan membicarakan hal tersebut," ungkap Tjahjo.

Selain Tjahjo, hadir dalam acara ini tokoh Islam AM Fatwa dan Lily Wahid. Hadir juga Romo cendekiwan Romo Magnis Suseno. Acara ini juga dihadiri ratusan orang, yang terdiri dari para kader PDI Perjuangan, termasuk para kolega dan tetangga terdekat.

Dalam kesempatan ini, saat menyampaikan sambutan, Sabam menegaskan bahwa konsep Bhinneka Tunggal Ika serta NKRI harus dipertahankan. Sabam pun sedikit bercerita tentang Gus Dur. Sabam dan Gus Dur merupakan lawan debat dan kadang berbeda dalam memandang satu persolana. Namun demikian, keduanya tetap bisa berteman dengan baik.

"Kita suka bertukar pikiran," ungkap Sabam. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya