Berita

saleh p daulay/net

Politik

CATATAN 2015

Komisi VIII Fokus Alokasikan Anggaran untuk Kemanusiaan

KAMIS, 31 DESEMBER 2015 | 21:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pada tahun 2015, Komisi VIII DPR RI memfokuskan diri dalam pengalokasian anggaran dalam bidang-bidang yang menyangkut persoalan kemanusiaan.

Secara umum, bidang yang menjadi perhatian Komisi VIII antara lain, bidang pemberdayaan sosial dan pemberantasan kemiskinan, bidang pendidikan, kehidupan umat beragama pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dan penanggulangan dan penanganan bencana.

"Dalam bidang pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan, Komisi VIII DPR telah menyetujui dan menetapkan alokasi anggaran dalam mendukung sejumlah program pemerintah," kata Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay menyampaikan Catatan Akhir Tahun Komisi VIII DPR RI dalam bidang anggaran, Kamis (31/12).


Program-program tersebut antara lain Program PKH (program keluarga harapan), Kube (kelompok usaha bersama), bedah RTLH (rumah tidak layak huni), program peningkatan sarling (sarana lingkungan), peningkatan kualitas dan pelayanan panti-panti asuhan, rumah jompo, dan LKSA.

Kemudian program rehabilitasi narkoba, program bantuan anak yang bermasalah dengan hukum, dan pendampingan TKI bermasalah.

Dalam bidang pendidikan, terang Saleh, komisi yang dipimpinnya memperhatikan secara sungguh-sungguh peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik, sarana prasarana pendidikan (madrasah, ponpes, dan perguruan tinggi).

Selain itu, Komisi VIII juga telah berhasil mendorong pemerintah untuk membayar tunggakan TPG (tunjangan profesi guru) yang terhutang sejak beberapa tahun terakhir, mendorong pemerintah menuntaskan masalah status pegawai K1 dan K2, menyelesaikan seluruh pembayaran dana bos, pembayaran sertifikasi guru baik pns maupun non-pns.

"Dalam bidang keagamaan, Komisi VIII berhasil menurunkan ongkos haji sebesar USD 502. Penurunan tersebut ternyata tidak mengurangi pelayanan dan fasilitas bagi jamaah haji. Bahkan sebaliknya, pelaksanaan haji 2015 dinilai meningkat meskipun ada catatan kritis yang mengiringinya," terang Saleh yang juga politisi PAN.

Komisi VIII, lebih lanjut dikatakan Saleh, juga selalu mendorong peningkatan kualitas kehidupan keagamaan seluruh agama yang ada di Indonesia. Selain pengalokasian anggaran yang tersedia, Komisi VIII juga mendukung peningkatan kerukunan umat beragama di Indonesia. Program-program yang berkenaan dengan kerukunan umat beragama selalu dijadikan sebagai salah satu skala prioritas Kementerian Agama.

Dalam bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Komisi VIII berhasil mendorong kenaikan anggaran pada kementerian terkait. Bila pada tahun sebelumnya, anggaran kementerian PP dan PA hanya pada kisaran Rp 217 miliar, pada tahun ini meningkat lebih dari Rp 500 miliar.

"Peningkatan anggaran ini sangat terkait dengan realitas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang masih sangat memprihatinkan," imbuhnya.

Sementara dalam hal penanggulangan bencana, masih kata Saleh, Komisi VIII mendukung secara penuh rencana dan usulan program BNPB. Walaupun anggaran yang tersedia masih minim, namun BNPB dinilai telah berhasil menjadi garda terdepan dalam penanggulangan bencana di Indonesia.

"Program-program tanggap darurat, mitigasi, dan rehabilitasi serta rekonstruksi menjadi perhatian utama Komisi VIII," tukas anggota DPR dari Dapil Sumut II ini.[dem]


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya