Berita

rizal ramli/net

POLEMIK PENGPENG

Peneliti LSP: Kalau Saja Keluarga JK Tidak "Baper"...

KAMIS, 31 DESEMBER 2015 | 20:37 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Polemik mengenai dwifungsi penguasa dan pengusaha atau pengpeng yang dilemparkan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli beberapa hari belakangan ini dinilai positif.

Bagaimanapun juga, salah satu pekerjaan rumah yang ditinggalkan reformasi belasan tahun lalu adalah pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme.

Bila digabungkan dengan keterlibatan aktif warganegara dalam merespon berbagai isu di level elit, maka polemik ini diharapkan dapat mendorong semua pihak, terutama pejabat negara, untuk terbiasa transparan dan tidak memanfaatkan jabatan demi kepentingan yang lebih sempit daripada kepentingan nasional.


Demikian pesan yang disampaikan peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Agus Priyanto dalam perbincangan dengan redaksi, Kamis malam (31/12).

"Menurut saya, istilah pengpeng yang digunakan Rizal Ramli adalah ekspresi dari sikap politiknya selama ini yang anti terhadap praktek politik oligarki yang berkelindan dengan praktik KKN," ujar Agus.

Di sisi lain, Agus menilai, reaksi anggota keluarga Jusuf Kalla, diwakili sang keponakan Erwin Aksa, yang menenteng wacana pengpeng sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanat reformasi.

"Dia (Erwin Aksa) mengatakan bahwa istilah pengpeng tidak ada di dalam kamus. Tentu saja tidak ada, tetapi substansi dari pengpeng ada dan tidak terbantahkan, tidak hanya di dalam kamus tetapi juga dalam praktik di era Orde Baru, dan masih ada sampai kini," jelas Agus.

Kalau saja Erwin Aksa, sambung Agus, tidak baper atau membawa ke perasaan pernyataan Rizal Ramli itu, tentu Erwin Aksa akan menyadari bahwa istilah pengpeng senada dengan oligarki dan istilah yang paling dikenal masyarakat Indonesia, KKN. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya