Berita

jokowi-rizal ramli/net

Politik

POLEMIK PENGPENG

Relawan Jokowi: Inas Nasrullah Sesat Pikir dan Gagal Paham Spirit Reformasi

KAMIS, 31 DESEMBER 2015 | 17:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan miring Inas Nasrullah terhadap sindiran Pengpeng yang dilontarkan Rizal Ramli hanya omdo alias omong doang, membuktikan politisi Partai Hanura itu sesat pikir sekaligus gagal paham terhadap spirit reformasi.

‎Sebab keberadaan Pengpeng atau penguasa merangkap pengusaha yang dilontarkan Rizal Ramli sebagai sumber KKN, merugikan negara dan rakyat serta mengkhianati amanah reformasi, benar adanya.

"Pernyataan Inas Nasrullah yang menyatakan Pak Rizal sekarang sudah bukan lagi "rajawali ngepret" namun "kutilang mencret", bagi kami sungguh keterlaluan dan sesat logika. Kami menilai Inas Nasrullah sesat logika, dan bahkan malah menyesatkan logikanya sendiri," kata relawan Jokowi-JK dan aktivis 98 Jawa Tengah, Muhamad Khabib, dalam pesan elektronik kepada redaksi, Minggu (19/10).


Dia mengatakan apa disampaikan Rizal Ramli soal Pengpeng sebagai sumber KKN atau yang dalam bahasa aktivis disebut "penguasaha", memang menjadi musuh rakyat, musuh para aktivis reformasi sejak awal hingga sekarang ini.

Ia mengingatkan Inas Nasrullah yang juga anggota Komisi VII DPR RI bahwa merajalelanya korupsi, kolusi dan nepotisme zaman Orde Baru tidak lain disebabkan karena banyaknya elit-elit penguasa waktu itu yang memperdagangkan kekuasaanya untuk mencari keuntungan pribadi, keluarga dan kelompoknya.

"Pak Rizal itu kan mendefinisikan Pengpeng terutama soal perilaku memperdagangkan kekuasaan atau menyalahgunakan pengaruh kekuasaan demi keuntungan pribadi dan keluarganya, bukan mempermasalahkan soal administrasinya. Karena itulah kami melihat Inas Nasrullah gagal paham atau sesat logika," kata Khabib.

Selain itu dia mengingatkan Inas Nasrullah, bahwa sampai hari ini masih banyak para pejabat yang memperdagangkan kekuasaanya. Kekuasaan yang seharusnya untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat namun dibajak oleh sekelompok elit tertentu demi keuntungan pribadi, keluarga dan kelompoknya. Dan perilaku elit penguasa yang demikian itulah yang mengakibatkan terjadinya KKN dan sampai hari ini menjadi musuh rakyat.

"Asal tahu saja, untuk Inas Nasrullah, sejatinya spirit reformasi itu ada dua hal yang terkait isu kekuasaan. Pertama turunkan rezim Orba dan melawan KKN. Masak seorang anggota DPR begitu saja tidak paham? Kalau tidak paham spirit reformasi mestinya Inas Nasrullah yang justru harus sekolah lagi, bukan Pak Rizal,"  tukas Khabib.

"Jangan-jangan Inas Nasrullah punya motif melindungi pelaku KKN dan para mafia yang selama ini menghancurkan republik. Kalau tidak begitu, kenapa menolak argumen Pak Rizal soal Pengpeng sebagai sumber KKN. Kalau tidak punya motif demikian, seharusnya dia bersama-sama di barisan Pak Rizal melawan sumber-sumber korupsi," tukas Khabib.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya