Berita

ilustrasi/net

Organda Minta Larangan Kendaraan Berat Beroperasi Dikaji Ulang

KAMIS, 31 DESEMBER 2015 | 15:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kementerian Perhubungan diminta untuk mengkaji ulang surat edaran yang melarang kendaraan berat sejak tanggal 30 Desember 2015 sampai 3 Januari 2016.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Organda, Ivan Kamadjaja menilai keputusan itu tidak tepat.

‎"Ketentuan itu kurang tepat mengingat j‎angka waktu pemberlakuan yang terlalu pendek, sehingga mempersulit implementasi di lapangan‎," kata Ivan dalam keterangannya kepada redaksi (Kamis, 31/12).


Ia menjelaskan, pada kenyataannya kemacetan terjadi bukan sepenuhnya angkutan barang tapi juga karena antrian di pintu tol dan lonjakan kendaraan pribadi saat liburan Maulid Nabi Muhammad Saw dan perayaan hari natal kemarin.

‎Sehingga dinilai perlu untuk melakukan revisi Surat Edaran Nomor 49 Tahun 2015 tentang petunjuk pelaksanaan Surat edaran Menteri Perhubungan No. SE 48 Tahun 2015 tentang pengaturan lalu lintas dan larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang pada masa angkutan Natal 2015 dan Tahun Baru 2016.

"Kami usulkan dapat merivisi surat edaran berupa pemberlakuan hanya tanggal 2-3 Januari 2016 pada saat puncak arus balik. Kemudian diperlukan koordinasi lintas sektoral terkait penataan ulang penggunaan kendaraan pribadi dan mendorong perbaikan serta peningkatan kualitas angkutan publik," ujarnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya