Berita

paris/net

Dunia

Gara-gara Teror 13 November, Perayaan Tahun Baru Di Paris Kurang Meriah

KAMIS, 31 DESEMBER 2015 | 11:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perayaan malam tahun baru di Paris Perancis nampaknya tidak akan semeriah tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, warga Paris dan turis asing masih dihantui oleh rasa khawatir menyusul serangan teror yang terjadi di negara tersebut 13 November lalu.

"Warga Paris akhirnya mulai untuk keluar lagi, tapi turis masih belum kembali dalam jumlah yang besar. Serangan itu masih memiliki dampak yang besar," kata salah seorang warga Paris Erik Modenese.

Pemerintah Paris pun memperkirakan bahwa perayaan di malam tahun baru yang dipusatkan di Champs Elysées tidak akan dihadiri terlalu banyak oang bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Diperkirakan ada sekitar 600 ribu orang yang memeriahkan malam tahun baru di pusat kota tersebut.


Demi menjaga keamanan, ribuan tentara dan polisi dikerahkan di seluruh kota dengan perlengkaoan lengkap. Pihak kepolisian Paris saja akan mengerahkan sekitar 9.000 petugas di seluruh ibukota pada hari ini (Kamis, 31/12).

Mulanya, pemerintah Paris berencana untuk membatalkan perayaan-perayaan tahun baru. Namun akhirnya Paris memutuskan untuk tetap merayakan malam tahun baru dengan sejumlah modifikasi.

Selain peningkatan keamanan, pintu masuk menuju Champs Elysées juga akan ditutup pada pukul 8 malam demi menghindari kerumunan yang berlebih. Bukan hanya itu, kembang api juga akan digantikan dengan pertunjukan video.

"Acara ini akan simbolik," kata Walikota Paris Anne Hidalgo.

Selain itu, jumlah wisatawan asing yang datang ke Paris pun mengalami penurunan. Perusahaan peneliti perjalanan ForwardKeys dalam laporannya 24 November lalu mengatakan bahwa masa depan pemesanan tiket pesawat terbang menuju Paris pasca serangan akan mengalami penurunan hingga 27 persen bila dibandingkan tahun lalu. Hal itu juga berdampak pada penurunan pemesanan hotel di Paris.

Hal senada diungkapkan oleh CSCAD yang merupakan persatuan pemilik klub malam, teater, restaran dan bar di Paris yang menyebut bahwa aktivitas di lokasi-lokasi hiburan tersebut mengalami penurunan hingga 40 persen bila dibandingkan tahun lalu. Dengan hal tersebut, pendapatan mereka dari wisatawan menurun antara 60-80 persen.

"Ini akan menjadi tahun baru yang mengecewakan, terutama untuk bar dan kafe yangbergantung pada wisatawan, dan lingkungan berkumpul yang populer seperti yang ditargetkan dalam serangan," kata Alexandre Bernard, manajer Café Père et Fils seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya