Berita

Politik

Susi Pudjiastuti Disebut Menteri "Aji Mumpung"

RABU, 30 DESEMBER 2015 | 22:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Peneliti Utama The Jokowi Institute Amir Hamzah menyebut ada menteri Kabinet Kerja yang menganut paham aji mumpungi. Sang menteri berlomba melakukan 'hubungan mesra' dengan cara pencitraan agar tidak terdepak dari kabinet.

"Mereka kerap terpublikasi layaknya selebriti yang baru akan menikah namun beritanya sudah kemana-mana," kata Amir kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/12).

Amir menjelaskan menteri model ini sangat mementingkan publikasi. Baru akan mencanangkan program saja publikasinya sudah selangit. Apalagi saat seremoni pengguntingan pita, lebih dari itu. Padahal, sebagai pembantu presiden dia seharusnya menjalankan tindakan-tindakan teknis atau aplikatif.


"Itu jauh berbanding dengan Presiden Jokowi yang mau bekerja dengan keras. Bukan hanya bekerja di layar kaca," jelasnya.

Amir mencontohkan kinerja Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti yang jauh dari harapan. Dia belum berhasil menata susunan struktur kementerian di tingkat eselon I dan II dengan sempurna. Padahal KKP bukanlah kementerian baru atau kementerian yang dimarger.

"Masa nyaris dua tahun Susi nggak kela-kelar menata organisasi KKP? Sudah itu, malah dia senang jadi menteri yang paling populer dalam pencitraan," terangnya.

Doktor hukum ini menambahkan, belum maksimal mengurusi eselon I dan II, big bos maskapai penerbangan Susi Air itu malah membuat Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Ilegal Fishing.

"Satgas itu cepat dibentuknya dibandingkan dia menuntaskan penyusunan lima orang untuk posisi eselon I dan puluhan eselon II nya," sambung dia.

Satgas bentukan menteri Susi, kata Amir, memberikan efek 'terjepit' pada posisi Presiden Jokowi di kalangan dunia usaha kelautan dan nelayan. Jokowi 'dimusuhi' secara beramai-ramai.

"Kami pikir, baru Menteri Susi yang bisa seketika 'mengumpulkan' masyarakat untuk menjadi musuh Jokowi. Itu bisa dirasakan Presiden Jokowi kok. Kami dengar seperti itu kondisinya," tambah dia.

Dalam kaitan mengelola birokrasi, lanjutnya, langkah Susi memindahkan tugas pokok dan fungsi penting dari level struktur kepada sekawanan orang dalam satu unit yang baru dan terpisah terbukti menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

Di tataran Aparatur Sipil Negara (ASN) KKP, katanya, tercipta kondisi yang tidak kondusif akibat langkah Susi itu. Tidak hidup suasana kebathinan ASN KKP.

"Parameternya sederhana, di mata ASN KKP Satgas dijadikan anak emas dengan anggaran yang besar, sementara untuk bidang lainnya tidak dihiraukan Susi. Itu mengakibatkan rendah daya serap APBN KKP sampai sisa sekitar Rp 2 triliun tahun 2015 ini," tukasnya.[dem]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya