Berita

Politik

KOCOK ULANG KABINET

JK Diwanti-wanti Tidak Intervensi Jokowi

SENIN, 28 DESEMBER 2015 | 22:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sinyal Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle jilid II semakin terasa kuat. Semua pihak, tak terkecuali Wapres Jusuf Kalla, diwanti-wanti untuk tidak mengintervensi Presiden Jokowi dalam menentukan nama-nama menteri yang harus dicopot dan siapa penggantinya.

"Jangan mengintervensi presiden, JK sebaiknya menyerahkan sepenuhnya (urusan) reshuffle kepada Jokowi," ujar Sekjen Himpunan Masyarakat Untuk Keadilan dan Kemanusiaan (Humanika), Sya'roni, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin malam (28/12).

Konstitusi, sebut Sya'roni, dengan gamblang mengatur hanya presiden yang berhak mengangkat dan memberhentikan menteri. Di Pasal 17 ayat 2 UUD 1945 disebutkan bahwa menteri diangkat dan diberhentikan oleh presiden.

Adapun tugas dan wewenang Wapres, kurang lebih sama dengan menteri yaitu sebagai pembantu presiden. Pasal 4 ayat 2 UUD 1945 menyatakan bahwa presiden dalam menjalankan kewajibannya dibantu oleh seorang wakil presiden. Sementara, pada Pasal 17 ayat 1 disebutkan bahwa presiden dibantu oleh menteri-menteri negara.

"Pasal-pasal dalam konsititusi sangat jelas tidak mengatur wewenang Wapres dalam hal pengangkatan menteri-menteri. Sehingga jika Jokowi berencana mereshuffle menteri, JK sebaiknya tidak ikut campur," tegas Sya'roni.

Apalagi, masih menurut Sya'roni, selama ini menteri-menteri Kabinet Kerja yang santer diisukan sebagai "orangnya" JK tidak memiliki prestasi yang hebat. Mereka antara lain Sofyan Djalil dan Sudirman Said.

"Atas dasar itulah maka sebaiknya JK menahan diri untuk tidak ikut-ikutan mengotak-atik formasi kabinet. Berikanlah hak seluasnya-luasnya kepada Jokowi untuk menentukan struktur kabinet," tukas Sya'roni.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya