Berita

Aneh, Kenapa Bukan Menteri Jonan yang Mundur

SENIN, 28 DESEMBER 2015 | 22:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengunduran diri Djoko Sasono sebagai Direktur Jenderal Perhubungan Darat karena merasa gagal dalam menjalankan amanah dinilai sebagai teladan baik.

"Saya rasa itu teladan yang baik untuk kita semua, kalau tidak mampu mengemban tugas ya mundur," ujar Jurubicara Fraksi PKB DPR RI, Syaikhul Islam Ali, dalam keterangannya, Senin (28/12).

Dikatakan, Fraksi PKB mengapresiasi sikap Djoko Santoso yang mundur karena merasa bertanggung jawab atas kemacetan parah di ruas jalan tol di kawasan Jakarta dan menuju Jawa Barat serta Jawa Tengah yang terjadi saat libur panjang peringatan Maulid Nabi dan perayaan Natal 2015.


Selain kerugian material, kemacetan tersebut juga menyebabkan kerugian immaterial.

Namun demikian dia mempertanyakan struktur tanggung jawab di Kementerian Perhubungan. Menurut Syaikhul Islam, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan sebagai pemilik otoritas lebih tinggi yang seharusnya bertanggung jawab.

"Tapi ada anehnya juga, kenapa Dirjen nya yang mundur, kok bukan menterinya. Tanggung jawab tertinggi kan ada di menteri," kata Wakil Bendahara DPP PKB itu.

Jika saja Menteri Jonan dan jajarannya bisa mengantipasi, katanya, kemacetan tersebut tentu tak akan terjadi.

"Kemacetan seperti ini kan setiap tahun terjadi, kenapa tidak diantisipasi jauh-jauh hari," tandasnya.[dem]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya