Berita

sri adiningsih/net

Bisnis

Misbakhun: Kemana Saja Sri Adiningsih Selama Ini?

SENIN, 28 DESEMBER 2015 | 18:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan Sri Adiningsih bahwa penerimaan pajak jauh dari target dan perlu ada pembenahan di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) cukup mengagetkan

Bagi anggota Komisi XI DPR RI M. Misbakhun, pernyataan Sri Adiningsih tidak berdasarkan data yang benar, sekaligus menunjukkan ketidakpahamamnya padahal dia Ketua Dewan Pertimbangan Presiden.

"Kemana saja selama ini Sri Adiningsih selaku Ketua Dewan Pertimbangan Presiden? Sangat berbahaya buat presiden Jokowi apabila mendapatkan informasi yang tidak akurat yang justru datangnya dari Ketua Dewan Pertimbangan Presiden," kata Misbakhun, Senin (28/12).


Menjadi pertanyaan Misbakhun, kenapa tiba-tiba Sri Adiningsih berbicara penerimaan pajak di saat isu reshuffle menguat. Sementara itu isu yang diangkat Sri Adingisih adalah isu yang selama ini sudah ditangani dan dalam proses aksi untuk dikerjakan oleh DJP di bawah arahan Menteri Keuangan Bambang Brodjenegoro.

"Jangan karena menginginkan jabatan lalu semua cara ditempuh untuk membuat kritik yang subtansi sudah kehilangan relevansinya," kata Misbakhun mengingatkan.

Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, kata Misbakhun, tentunya Sri Adiningsih tahu bahwa ada 'anomali' target penerimaan pajak pada APBNP 2015 yang mendadak naik tidak normal dari realisasi penerimaan sejumlah Rp 982 triliun menjadi Rp 1.294,5 triliun. Angka ini menunjukkan kenaikan 'luar biasa', sebesar 34% dari rata-rata pertumbuhan kenaikan penerimaan pajak yang biasanya berkisar normal pada angka 10% hingga 14%.

Sri Adiningsih mestinya juga tahu bahwa situasi ekonomi global yang melambat pada 2015 karena kebijakan quantitative easing oleh The Fed dan jatuhnya harga minyak dunia yang diikuti oleh harga komoditas andalan ekspor Indonesia seperti Batu Bara dan CPO, memberikan pengaruh yang signifikan pada pertumbuhan ekonomi nasional Indonesia.

Pada situasi ekonomi yang melambat dan target kenaikan penerimaan pajak yang tidak normal, kata Misbakhun mengingatkan lagi, adalah situasi yang sangat berat untuk mengumpulkan penerimaan negara dari sektor pajak. Tapi di luar situasi itu, prestasi luar biasa sudah dicapai oleh DJP dengan tercapainya penerimaan pajak per 25 Desember 2015 sudah menembus angka Rp 1.000 triliun.

"Penerimaan pajak yang melewati Rp 1.000 triliun harusnya oleh Sri Adiningsih justru diapreaiasi bukan malah dia berbicara soal prosentase pencapain yang 84% dari target penerimaan pajak. Prosentase memang masih seperti yang dia sebutkan tapi secara nominal itu adalah penerimaan dalam jumlah yang fantasis dalam sejarah penerimaan pajak di Indonesia," jelas politisi Partai Golkar itu.

Kritik perlu adanya insentif bagi pegawai pajak yang disampaikan Sri Adiningsih, menurut Misbakhun, justru makin menunjukkan ketidaktahuan Sri Adiningsih selaku Ketua Wantimpres. Misbakhun pun mengingatkan Sri Adiningsih, sejak bulan April 2015 ada tunjangan kinerja pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang naik sangat 'fantastis' sampai ratusan juta untuk Jabatan Dirjen, puluhan juta untuk eselon 2, eselon 3, eselon 4, serta pelaksana guna mendorong semangat kerja seluruh pegawai pajak yang sejak 2007 tidak naik tunjangannya.

Sementara terkait pembenahan internal, dengan persetujuan DPR Komisi XI, sistem IT di Direktorat Jenderal Pajak mendapat alokasi dana hampir Rp 2 triliun untuk memperbaiki sistem berbasis pada teknologi informasi untuk meningkatkan pelayanan dan sistem basis data perpajakan.

"Semua upaya ini sudah dilakukan oleh Bambang Brodjenegoro selaku Menteri Keuangan dan sudah dalam trek yang benar untuk melakukan pembenahan dalam jangka pendek dan jangka waktu 5 tahun," tukas Misbakhun.  


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya