Berita

foto :net

Bisnis

KKP Diminta Manfaatkan Perbaikan Pengelolaan Ikan Tahun 2016

SENIN, 28 DESEMBER 2015 | 12:46 WIB | LAPORAN:

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menginginkan pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dapat memanfaatkan momentum perbaikan pengelolaan sektor kelautan dan perikanan tahun 2016.

Sekretaris Jenderal DPP KNTI Niko Amrullah menyebut setidaknya ada tiga faktor pendukung momentum perbaikan pengelolaan perikanan di 2016.

"Tiga faktor itu adalah pertama, pemberantasan pencurian ikan yang dilakukan secara terus-menerus sehingga berhasil meneyelamatkan sumber daya dan menjaga keberlanjutan sumber daya ikan," paparnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (28/12).


Ia memperkirakan paling moderat sekitar 1 juta ton ikan terselamatkan dari praktik penangkapan ikan ilegal. "Jika benar, maka potensi ini berpeluang meningkatkan pendapatan nelayan," ucapnya.

Sementara faktor kedua adalah peningkatan anggaran KKP, khususnya terkait peningkatan kesejahteraan nelayan seperti pengadaan sekitar 3 ribu kapal dan alat tangkap serta benih ikan.

Faktor terakhir, lanjutnya, adalah terus berkembang dan terbangunnya organisasi nelayan dan koperasi nelayan di berbagai daerah Indonesia.

Namun, menurut dia, ada beberapa hal yang menjadi penghambat pada 2016 antara lain partisipasi masyarakat nelayan dalam inisiasi program dan kebijakan perikanan dan kelautan masih dikesampingkan, serta perubahan iklim dan cuaca ekstrem semakin panjang.

Penghambat lainnya, menurut dia, adalah akses terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa agunan kepada nelayan, seperti dijanjikan pemerintah, belum benar-benar terealisasi di lapangan, dan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum terbilang rendah.

Selain itu, ujar Niko, harga input produksi semacam BBM dan pakan ikan di kampung-kampung nelayan masih belum terkendali, serta munculnya perlawanan balik dari sederet perusahaan perikanan yang merasa dirugikan oleh kebijakan pemerintah di 2015.[wid]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya