Berita

Politik

Wajar Jokowi Sentil Kinerja Buruk Menteri Ferry

MINGGU, 27 DESEMBER 2015 | 15:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Himpunan Masyarakat Adat Pulau-pulau Rempang Galang (Himad Purelang) mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyentil kinerja Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan.

"Kami apresiasi langkah Presiden karena sudah tepat melakukan penilaian terhadap Ferry Mursyidan Baldan. Sekarang Presiden bisa langsung melihat sisi negatif dari kinerja Kementerian ATR/BPN," kata Ketua Umum Himad Purelang Blasius Joseph kepada wartawan di Jakarta, Minggu (27/12).

Presiden Jokowi, kemarin (Sabtu, 26/12), mengakui pembangunan jalan yang menghubungkan Wamena-Merauke masih terkendala pembebasan lahan yang menjadi urusan Menteri Ferry. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam acara silaturahmi dengan ratusan kepala desa dan perangkat desa di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.


Menurut Blasius, pernyataan terhadap kinerja buruk Ferry yang disampaikan Jokowi di depan ratusan kades sangat wajar. Menurut dia, perilaku buruk Menteri Ferry memang harus disentil di depan orang banyak agar menteri yang lain tidak berkelakuan sama.

"Presiden sangat wajar berbuat demikian. Kami juga sudah lebih dari setahun merasakan kinerja buruk Ferry sampai merugikan physik dan physikis. Permohonan Sertifikat Hak Milik (SHM) kami digantung Ferry. Dia memang sudah sangat keterlaluan, tidak bisa memomong masyarakat," ujarnya.

Dia menilai Menteri Ferry memang layak mendapat rapor merah dan mesti direshuffle seperti dinyatakan Jokowi.

"Kami merasa bangga dan mendukung sikap Presiden itu. Kami sangat mendukung jika Presiden mencopot Ferry," tegas Blasius.

Masih menurut Blasius, sejak awal Ferry menjadi Kepala BPN RI sebelum jadi Kementerian ATR/BPN, Himad Purelang sudah berulang kali menyampaikan bahwa ada yang salah ketika Kementerian ATR/BPN belum mau menindak-lanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan BPN yang membentuk Panitia Kerja Penyelesaian Sengketa Pertanahan dan Konflik Agraria dan Tim Pengawas DPR RI Terhadap Penyelesaian Sengketa Pertanahan dan Konflik Agraris tahun 2013.

Salah satu hasil RDP itu mendesak BPN RI menyelesaikan kasus konflik pertanahan antara Himad Purelang dengan Otorita Batam (sekarang Badan Pengusahaan Batam/BP Batam) diseluruh rangkaian pulau-pulau Rempang Galang, Batam, Kepulauan Riau.

"Padahal langkah pertama BPN RI saat dipimpin Hendarman Supandji sudah sangat baik dengan dilahirkan SK Kepala BPN RI nomor 227/KEP-25.2/IV/2013 tanggal 4 April 2013 tentang Pembentukan Tim Pengkajian dan Penanganan Kasus Pertanahan Yang Berpotensi Konflik Strategis," ungkapnya.

Dalam prosesnya, tim menemukan persoalan konflik antara masyarakat melalui Himad Purelang yang sejak tahun 2008 mendaftarkan 450-an pendaftaran pensertifikatan tanah garapannya yang berasal dari eks tanah hak pengelolaan lahan (HPL) Otorita Batam dengan BP Batam sekarang. Itu yang diperintahkan DPR RI untuk dituntaskan.

"Sayang, itu semua tidak dipatuhi Ferry. Sepertinya dia hendak melawan DPR RI dan kebijakan pendahulunya," demikian Blasius.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Kopilot Malaysia Ngaku Diupah Rp220 Juta Selundupkan 26 Kg Ekstasi ke Jakarta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:20

Merdeka dalam Keserakahan: Ilusi Kemerdekaan di Usia 81 Tahun

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 00:02

Polda Metro Masih Selidiki Dugaan Pencabulan oleh Oknum Pendeta

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:52

Loyalis Anies Dicecar KPK soal Jual Beli Properti di Kasus TPPU Rita Widyasari

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:25

Begini Respons Deddy Sitorus Usai Dilaporkan KWP ke MKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 23:02

Warga Tuban Terdampak Debu Pabrik, Semen Indonesia Mangkir Dipanggil DPRD

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:11

Terjang Ombak, Dedikasi Mantri BRI Buka Jalan Akses Finansial Pulau Seram

Jumat, 31 Juli 2026 | 22:02

Bea Cukai Ciduk Kopilot Kurir Narkoba, Duit Negara Rp207,9 Miliar Selamat

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:41

Transformasi Danantara Dongkrak Pendapatan Telkom hingga Tembus Rp75,9 Triliun

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:22

Polda Metro Jaya Cokok 728 Tersangka Curanmor

Jumat, 31 Juli 2026 | 21:06

Selengkapnya