Berita

rumput laut/net

Dunia

Peneliti Australia Dorong Masyarakat Gunakan Pohon Natal Bawah Air

JUMAT, 25 DESEMBER 2015 | 13:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dalam perayaan Natal, salah satu benda yang tidak pernah terlewatkan adalah pohon Natal. Biasanya, pohon Natal yang digunakan merupakan replika cemara atau pohon cemara asli.

Namun peneliti Australia mendorong orang-orang untuk menggunakan pohon Natal yang berbeda dari biasanya, yakni pohon Natal bawah air. Pohon Natal yang dimaksud bukanlah jenis cemara, melainkan rumput laut jenis Phyllospora Comosa.

Tim penelitia Australia menilai, selain unik, penggunaan pohon bawah air tersebut juga sekaligus bisa membudidayakan jenis tanaman tersebut yang sempat menghilang pada tahun 1980an lalu.


"Hutan-hutan rumput laut sangat penting, bukan hanya karena mereka menyediakan habitat serta makanan penting bagi banyak makhluk kecil, mereka dapat juga bisa menyerap sejumlah besar karbon," kata pemimpin tim dari University of New South Wales, Ezequiel Marzinelli.

Ia menjelaskan, tanaman jenis tersebut dulunya sangat melimpah di perairan Australia, namun pada tahun 1980an lalu tiba-tiba saja tanaman tersebut menghilang  akibat buruknya kualitas air laut.

Kemudian karena kualitas air meningkat, maka para peneliti sekarang berupaya menghidupkan kembali rumput laut tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir dalam proses pembudidayaan kembali rumput laut jenis tersebut, para peneliti memperkenalkan kembali tanaman tersebut ke masyarakat sebagai proyek restorasi.

Sebagai bentuk perkenalan kembali, tim penelidi mendorong masyarakat untuk menggunakan rumput laut tersebut di rumah, salah satunya sebagai pohon Natal. Tim peneliti menjual rumput laut tersebut di situs penggalangan dana.

"Orang-orang bisa pergi ke website dan membeli pohon Natal bawah air, baik untuk diri sendiri atau untuk keluarga dan teman-teman," tandasnya seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya