Berita

shinzo abe/net

Dunia

PM Jepang Utus Menlu Selesaikan Isu Comfort Woman Di Korsel

JUMAT, 25 DESEMBER 2015 | 12:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengutus Menteri Luar Negerinya, Fumio Kishida untuk menyelesaikan negosiasi terkait dengan isu perbudakan seks semasa perang di Seoul Korea Selatan pada Kamis (24/12).

Bila akhir tahun ini, Kishida akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Yun Byung-se untuk menggelar pembicaraan bilateral.

Namun demikian, belum ada konfirmasi resmi dari Kementerian Luar Negeri Korea Selatan terkait kunjungan Kishida.


"Kedua belah pihak terus melakukan diskusi untuk resolusi awal terkait isu comfort woman, termasuk kemungkinan pembicaraan antar Menteri Luar Negeri kedua negara," kata pihak Kementerian Luar Negeri Korea Selatan seperti dimuat Yonhap.

Perlu diketahui, Jepang dan Korea Selatan masih berselisih paham terkait dengan masalah perbudakan seks di masa pendudukan Jepang di negeri ginseng antara tahun 1910-1945.

Sejarawan memperkirakan, selama periode tersebut, setidaknya ada sekitar 200 ribu perempuan Korea yang dipaksa bekerja di rumah bordir untuk melayani kebutuhan seks para tentara Jepang selama Perang Dunia II. Para wanita yang dipekerjakan paksa sebagai budak seks Jepang dikenal dengan sebutan comfort woman.

Pasca kemerdekaan dan sejak hubungan diplomatik kedua negara dijalin, isu comfort woman kerap kali digaungkan. Korea Selatan menyerukan Jepang negeluarkan permintaan maaf resmi terkait perbudakan seks di masa perang dan memberikan kompensasi kepada comfort woman yang masih hidup atau keluarganya.

Isu comfort woman itu sendiri kerap kali menjadi ganjalan tersendiri dalam hubungan bilateral kedua negara hingga saat ini. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya