Berita

Empat Pesan Penting Jokowi Di Sidang Kabinet Paripurna Terakhir 2015

KAMIS, 24 DESEMBER 2015 | 00:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo menggelar sidang kabinet paripurna terakhir di tahun 2015 di Kantor Presiden, sore tadi (Rabu, 23/12).

Dalam pembukaan rapat, Presiden Jokowi mengatakan tahun 2015 merupakan tahun yang penuh dengan tantangan.

Perlambatan ekonomi dunia, turunnya harga komoditas, bencana kebakaran hutan dan lahan gambut, serta merosotnya nilai tukar rupiah terhadap dolar beberapa diantara persoalan yang dihadapi pemerintah.

"Namun, di tahun 2015 kita juga telah membangun pondasi yang baik dan kuat. Dalam politik anggaran, kita juga telah mengalihkan subsidi BBM, untuk program-program yang langsung bermanfaat bagi rakyat," kata Jokowi.

Jokowi menyampaikan harapan agar di tahun 2016 para menterinya bisa melangkah, bisa lari lebih cepat dan bekerja lebih keras lagi karena tantangannya tak kalah berat dengan tahun 2015.

Di dalam rapat, Jokowi menekankan lima hal penting. Pertama, APBN 2016 yang telah didedikasikan pada rakyat betul-betul dijaga. Pemerintah, kata dia, telah berkomitmen meningkatkan anggaran pendidikan sampai 25,5 persen, anggaran infrastruktur 76,2 persen dan anggaran kesehatan meningkat 75,4 persen.

Jokowi mengatakan anggaran berjalan secara efektif dan dimulai pada Januari 2016, terutama untuk belanja-belanja modal.

"Sekali lagi, para menteri terutama yang mendapatkan alokasi dana besar dari APBN harus mempercepat realisasi anggaran di awal tahun 2016," kata Jokowi seperti disiarkan Sekretariat Kabinet diakun twitter, @setkabgoid.

Kedua, kerja kabinet harus fokus pada lima indikator penting, yakni pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, penanggulangan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, dan permasalahan kesenjangan ekonomi.

Ketiga, Jokowi berpesan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan dimulai pada awal tahun 2016 betul-betul bisa digunakan untuk memperkuat daya saing industri baik di BUMN maupun di swasta, daya saing UMKM, dan mendorong ekspor.

Keempat, Jokowi minta seluruh menteri memberikan perhatian pada masalah-masalah yang berkaitan dengan kemiskinan dan ketimpangan sosial. Menurut Jokowi, penanggulangan kemiskinan, terutama memperkuat daya beli rakyat miskin berkaitan dengan pengendalian inflasi.

Terakhir, Jokowi menyampaikan perlu melakukan langkah-langkah stabilisasi harga pangan karena hal ini juga menyangkut masalah penanggulangan kemiskinan.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya