Berita

ilustrasi/net

RESHUFFLE JILID II

Inilah Para Kandidat Pengganti Rini, Sudirman, Bambang dan Prasetyo

SABTU, 19 DESEMBER 2015 | 14:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Prediksi akan adanya reshuffle (perombakan) Kabinet Kerja "jilid kedua" makin mengerucut pada nama-nama mereka yang hampir pasti dicopot.

Informasi berkembang menyebut, Partai Amanat Nasional (PAN), yang baru masuk koalisi pendukung pemerintah pada September lalu, akan mendapat jatah satu kursi menteri.

Beberapa nama yang potensial diganti diantaranya adalah Rini Soemarno (Menteri BUMN), Sudirman Said (Menteri ESDM), Bambang Brodjonegoro (Menteri Keuangan), dan M. Prasetyo (Jaksa Agung).


Tidak hanya itu, nama-nama kandidat pengganti mereka pun kian santer terdengar.

PAN sendiri dikabarkan mendapat jatah kursi Menteri BUMN menggantikan Rini.

Nama mantan Bendahara PAN, Wahyu Sakti Trenggono, disebut-sebut mendapat dorongan dari PAN maupun PDI Perjuangan.

Wahyu Sakti Trenggono atau biasa dipanggil Mas Treng bukan orang baru di lingkungan Jokowi. Ia pernah menjadi pimpinan Satgas Khusus Kantor Transisi Jokowi-JK, bekerja dengan putra Megawati Soekarnoputri, Prananda Prabowo.

Selain karir bisnisnya yang baik, kedekatannya dengan PAN sekaligus PDIP menjadikan Mas Treng cukup "aman" untuk menggantikan Rini.

Sedangkan kursi Menteri Keuangan akan diduduki Sri Adiningsih, ekonom wanita dari Universitas Gajah Mada, yang cukup dekat dengan Presiden Jokowi dan PDIP.

Perempuan asal Solo itu masih menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (sejak Januari 2015).

Kemudian Sudirman Said disebut-sebut akan digantikan oleh mantan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Raden Sukhyar. Ia berpengalaman lebih dari 30 tahun di sektor sumber daya mineral dan energi.

Terakhir, M Prasetyo. Bekas politisi Partai Nasdem itu dikabarkan bakal digantikan oleh Hamdan Zoelva, Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia periode 2013-2015. [ald]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya