Berita

Rachmawati Soekarnoputri/net

Politik

PIMPINAN KPK

Mbak Rachma: Jokowi Pura-pura Tidak Dengar Penolakan Terhadap Pimpinan KPK Baru

SABTU, 19 DESEMBER 2015 | 13:38 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Joko Widodo dianggap pura-pura tidak mendengar suara publik yang menolak susunan pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019.

"Jokowi 'mbideg',artinya tutup kuping pura-pura enggak dengar 94 persen menolak pimpinan KPK yang baru," tegas politisi senior, Rachmawati Soekarnoputri, Sabtu (19/12).

Putri Bung Karno yang biasa dipanggil Mbak Rachma ini secara khusus mengkritik salah satu pimpinan KPK yang baru, Saut Situmorang.


Dalam proses seleksi, pria yang menjabat Staf Ahli Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu menyatakan tidak bakal membuka kembali skandal-skandal korupsi di masa lalu, seperti kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan Kasus Bank Century jika terpilih sebagai pimpinan KPK.

"JK (Wapres) sudah menyatakan bahwa skandal mega korupsi BLBI menyengsarakan rakyat, bayar utang koruptor seumur hidup, tapi malah pimpinan KPK yang mengatakan tidak akan mengusut BLBI," sindir Mbak Rachma.

Karena sepengamatannya Jokowi sendiri pura-pura tidak tahu akan pernyatan itu, Mbak Rachma meyakini pemerintahan saat ini tidak bisa lagi dipercaya.

"Apakah mulut penguasa sekarang bisa dipercaya? Bohong janji kampanye dan Nawacita menjadi karakter rezim proxy sekarang," tegasnya. [ald]  

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya