Berita

joko widodo/net

Politik

Pembagian "Kue Kekuasaan" Jokowi Sudah Hampir Selesai

SABTU, 19 DESEMBER 2015 | 11:12 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dalam setahun terakhir, pusat-pusat kekuasaan di Indonesia terbagi ke lima titik, yaitu Istana Presiden (eksekutif), Parlemen (legislatif), para pimpinan partai politik, publik dan pemerintah daerah.

"Centers of power ada di Istana, Senayan, Teuku Umar-Gondangdia, ranah publik yang terbuka, dan terakhir ada di daerah. Lima pusat ekuasan itu saling berinteraksi, ketika harus melihat politik Indonesia tidak hanya di Jakarta atau poros Istana-Senayan," terang analis politik dari Populi Center, Nico Harjanto, dalam diskusi "Menjaga Ingatan: Ekonomi dan Politik 2015" di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (19/12).

Nyatanya, dalam setahun terakhir ini Nico melihat Presiden Joko Widodo cukup sukses membagi-bagi kue politik kepada kekuatan-kekuatan politik yang terbagi lima itu.


"Setahun ini proses alokasi itu sudah hampir selesai. Konstelasi politik sudah hampir terbentuk. Di awal, PDIP paling galak terhadap presiden dalam kasus BG dan lainnya, tapi sekarang belakangan ini menunjukkan satu perubahan signifikan," lanjutnya.

Menurutnya, presiden bisa menempatkan alokasi politik kepada partai di dalam dan di luar pemerintahan dengan baik. Maka tak heran Partai Amanat Nasional (PAN) pun menyeberang dari Koalisi Merah Putih (KMP) menjadi bagian koalisi pendukung pemerintah.

"Tugas ke depan Jokowi untuk stabilitas politik ini hanya meneruskan yang sudah ada," ucap Nico. [ald]

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya