Berita

rini soemarno/net

Aparat Harus Bergerak Cepat Tahan RJ Lino dan Rini Soemarno

SABTU, 19 DESEMBER 2015 | 05:27 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Aparat hukum, dalam hal ini Kejaksaan Agung dan Polri, harus segera menahan Direktur Pelindo II dan Menteri BUMN Rini Sumarno paska keputusan rekomendasi Panitia Khusus Penyidikan Kasus Pelindo dan setelah Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) menetapkan RJ Lino sebagai tersangka.

"Tangkap dan penjarakan RJ Lino dan Rini Soemarno setelah rekomendasi Pansus pelindo II yg berlangsung kemarin yang merekomendasikan Pencopotan keduanya dari jabatan saat ini," Ketua Umum Kornas Jokowi, Abdul Havid Permana, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 18/12).

Menurut Havid, kerugian Pelindo II yang mencapai puluhan bahkan ratusan triliun terungkap sudah oleh Pansus Pelindo II DPR. Dan ternyata, praktek mafia pelabuhan yang dapat berujung penjualan aset pelindo II ini justru dilindungi oleh Kementrian BUMN.

"Lebih gilanya lagi praktek penjualan asetiaset negara ini justru didukung oleh para mantan penyelenggara negara yang pernah menjabat Komisioner KPK seperti Chandra Hamzah. Juga tidak ketinggalan ekonom yang sok suci Faisal Basri. Dan yg terbaru rheinald kasali pun ikut-ikutan membela pengkhianat dan penjual aset-aset negara. Maka ini semua harus segera diakhiri," ujar Havid.

Kornas Jokowi, lanjut Havid, sebagai relawan pemenangan Jokowi pada Pilpres 2014 dan kini bergabung dengan relawan lain dalam Komite Penyelamat Nawacita, mendukung dan mendesak segera institusi hukum untuk segera menangkap memenjarakan RJ Lino dan Rini Soemarno.

Selain itu kasus ini pun harus dikembangkan dan menangkap semua yg terlibat dalam praktek penjualan aset negara ini," demikian Havid. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

Kebijakan Energi Harus Seimbang dengan Perlindungan Daya Beli Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 08:05

Lewat Seminar di Wonosobo, Jateng Nyatakan Perang Terhadap Hoaks

Minggu, 26 April 2026 | 07:36

Jemaah Haji Diminta Selalu Bawa Kartu Nusuk dan Dokumen Resmi

Minggu, 26 April 2026 | 07:32

Menkop Optimistis Kopdes Perkuat Ekonomi Masyarakat

Minggu, 26 April 2026 | 07:03

Narkoba Melahirkan Rezim TPPU

Minggu, 26 April 2026 | 06:42

KH Imam Jazuli: Kiai Transformatif Cum Saudagar Gagasan

Minggu, 26 April 2026 | 06:23

Pertemuan Prabowo-Kapolri Mengandung Makna Kebangsaan Mendalam

Minggu, 26 April 2026 | 06:03

Satu Keluarga dengan Lima Nyawa Melayang di Barito Utara

Minggu, 26 April 2026 | 05:48

Tanpa Kubu Tetap

Minggu, 26 April 2026 | 05:13

Pertemuan Menhan dengan Para Jenderal Bukan Sekadar Temu Kangen

Minggu, 26 April 2026 | 05:09

Selengkapnya