Berita

rizal ramli/net

Nusantara

Ini Cara Rizal Ramli Membuat Ikan Sibolga Mendunia

KAMIS, 17 DESEMBER 2015 | 11:50 WIB | LAPORAN:

. Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli langsung menuju tempat pengolahan ikan yang terletak di pelabuhan Pondok Batu Sibolga setibanya di bandara Pinangsori, Sibolga, Tapanuli Tengah Sumatera Utara.

Menurut Menko Rizal, produksi ikan di Sibolga berhasil meningkat dua kali lipat menjadi 400 ton tahun ini dari sebelumnya yang hanya mampu di angka 200 ton. Hal ini membuat Rizal optimis dengan masa depan ikan Sibolga yakni harganya yang murah.

"Bayangin saja harga ikan di Sibolga cuma 10 ribu sampai 15 ribu saja. Ini bisa disebar ke seluruh rumah makan di kota-kota di Indonesia bahkan sampai Singapura," kata Rizal yang berbicara sambil mengangkat ikan tongkol di Pelabuhan Perikanan Nusantara, Sibolga, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu (17/11)


Salah satu caranya, kata Rizal, pemerintah saat ini sedang membangun 5 ribu kapal dalam jangka waktu lima tahun yang akan datang. Kapal-kapal itu kata Rizal nantinya akan juga dibagikan kepada nelayan dan koperasi di Sibolga.

Kapal-kapal tersebut itu nanti tidak perlu besar-besar. Cukup 20 sampai 40 tonase bobot mati atau Dead Weight Tonnage (DWT) saja. Didalamnya nanti bisa menampung sekitar 10 crew. Kapal tersebut kata Rizal akan diberi sertifikat.

"Jadi nanti bisa hasilkan ikan lebih banyak dan langsung bisa dikirim ke seluruh nusantara dan luar negeri seperti Singapura," kata Rizal

Upaya tersebut, adalah salah satu usaha pemerintah untuk menguatkan pelabuhan di luar pulau Jawa. Tak hanya itu, Rizal juga menegaskan akan menambahkan jumlah pesawat yang mendarat di Sibolga.

"Pesawat dan kapal laut itu nanti akan bisa banyak ikan lebih banyak ke luar Sibolga. Sibolga akan jadi Hab industri ikan atau pusat perdagangan terbesar di kawan nantinya," demikian Rizal. [ysa]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya