Berita

norwegia/net

Dunia

Ini Negara Terbaik Untuk Hidup Versi PBB

RABU, 16 DESEMBER 2015 | 14:53 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB merilis daftar Human Development Index (HDI) 2015 atau indeks pembangunan manusia pekan ini. Indeks itu dibuat dengan cara mengukur setiap negara dari tiga hal dasar, yakni tingkat harapan hidup, pendidikan, serta pendapatan atau standar hidup.

Dengan demikian, indeks itu sekaligus menunjukkan urutan negara-negara yang dinilai paling layak untuk ditinggali.

Hasilnya, duduk di posisi pertama adalah Norwegia. Selama 12 tahun berturut-turut, Norwegia bertengger di posisi wahid indeks PBB tersebut. Norwegia dinilai sebagai negara dengan tingkat kesehatan dan kesejahteraan paling baik di dunia.


Norwegia meraih poin tertinggi dalam semua bidang yang dianalisa untuk membuat indeks. Tingkat harapan hidup di Norwegia adalah 81,6 tahun, sedangkan Pendapatan Nasional Bruto (Gross National Income/GNI) per kapita adalah 64.992 dolar AS.

Indeks tersebut membagi negara-negara dalam empat kategori, yakni tingkat tertinggi adalah Very High Human Development, High Human Development, Medium Human Development, dan tingkat terendah adalah Low Human Development.

Dalam indeks tersebut, Indonesia berada di posisi ke-110 atau masuk ke kategori Medium Human Development dengan tingkat harapan hidup 68,9 tahun, dan GNI adalah 9,788 dolar AS.

Indonesia masih kalah dari sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara lainnya. Negara tetangga, Malaysia duduk di posisi ke-62 dan masuk kategori High Human Development, sedangkan Singapura ada di posisi ke-11 di kategori Very High Human Development.

Sementara dua posisi paling buncit diduduki oleh Republik Afrika Tengah dan Niger.

PBB sendiri telah meluncurkan indeks tersebut setiap tahunnya sejak tahun 1990 lalu. Indeks tersebut dibuat untuk menilai pembangunan yang dilakukan oleh negara-negara.

"Pertumbuhan ekonomi adalah tujuan untuk proses itu," kata laporan tersebut.

Sementara itu United Nations Development Program Administrator Helen Clark menyebut bahwa laporan HDI itu menunjukkan panggilan mendesak untuk menangani salah satu tantangan terbesar dalam upaya mengembangkan negara, yakni menyediakan pekerjaan yang layak bagi masyarakat.

"Dunia kerja berubah lebih cepat dari sebelumnya Pertanyaannya adalah, apa tanggapan kebijakan yang terbaik untuk memastikan bahwa manfaat pembangunan manusia dari perubahan itu," sambungnya seperti dimuat CNN.

Berikut daftar 20 negara teratas dalam indeks PBB tersebut:

1. Norwegia
2. Australia
3. Swiss
4. Denmark
5. Belanda
6. Jerman
6. Irlandia
8. Amerika Serikat
9. Kanada
9. Selandia Baru
11. Singapura
12. Hong Kong
13. Liechtenstein
14. Swedia
15. Inggris
16. Islandia
17. Korea Selatan
18. Israel
19. Luxemburg
20. Jepang. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya