Berita

shinzo abe dan narenda modi/net

Dunia

Empat Kesepakatan Kunci Dalam Pertemuan PM Jepang dan India

SELASA, 15 DESEMBER 2015 | 10:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akhir pekan lalu mengunjungi India untuk bertemu dengan rekannnya, Narendra Modi.

Pertemuan pemimpin kedua negara itu dimaksudkan untuk membahas sejumlah perjanjian dan kerjasama antar kedua negara.

Setidaknya ada empat kesepakatan penting yang dicapai oleh kedua negara dalam pertemuan Abe dan Modi di India seperti dirangkum Wall Street Journal.


Kesepakatan pertama adalah terkait dengan pembangunan kereta cepat di India. Jepang sepakat untuk menyediakan dana 12 miliar dolar AS dalam bentuk pinjaman untuk membangun jaringan rel kereta cepat yang menghubungkan kota Mumbai dengan Gujarat.

Sistem kereta cepat itu akan mengadopsi teknologi yang digunakan oleh Shinkansen di Jepang.

Kesepakatan kedua adalah terkait dengan penggunaan damai energi nuklir untuk kepentingan sipil. Kedua negara sepakat untuk bekerja sama dalam penggunaan damai energi nuklir sipil. Namun demikian, pertemuan akhir pekan lalu tidak memunculkan perjanjian formal terkait hal tersebut.

Ketiga, terkait dengan diplomasi pertahanan. Abe dan Modi sepakat untuk berbagi teknolohi, peralatan serta informasi serta rahasia militer demi kepentingan pertahanan kedua negara.

Terakhir, kesepakatan yang dijalin terkait dengan kerjasama keamanan. Dalam pertemuan akhir pekan lalu, Abe mengatakan bahwa Jepang akan berpartisipasi secara teratur dalam latihan Angkatan Laut India-Amerika Serikat. Langkah tersebut diambil untuk menciptakan kemampuan yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan maritim di kawasan Indo-Pasifik, termasuk fokus pada peningkatan kapasitas respons bencana dan mitigasi. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya