Berita

Mahathir Mohamad/net

DEWAN SAWIT

Mahathir Mohamad Puji Hasil Kerja Rizal Ramli

SENIN, 14 DESEMBER 2015 | 23:11 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad memuji insiatif pembentukan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) yang diresmikan bulan November lalu.

CPOPC diharapkan dapat menghadapi tekanan negara-negara Barat yang merasa terganggu oleh produksi sawit kedua negara.

Dokumen pembentukan Dewan Negara Produsen Minyak Sawit itu ditandatangani Menko Maritim dan Sumber Daya RI Rizal Ramli bersama Menreri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Datuk Amar Douglas Unggah Embas di sela-sela ASEAN Summit ke-27 di Kuala Lumpur, Malayia.


Rizal Ramli mengagas pembentukan CPOPC tak lama setelah ia bergabung dengan Kabinet Kerja pada Agustus lalu.

"Kerjasama itu (CPOPC) bagus. Perlu untuk menghadapi tekanan asing terhadap industri palm oil Malaysia dan Indonesia," ujar Mahathir Mohamad di sela pertemuan antara dirinya dengan pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) Rachmawati Soekarnoputri di Yayasan Kepimpinan Perdana Malaysia di Putrajaya, Senin siang (14/12).

Bagaimana pun juga, sebut Mahathir, negara-negara Barat selalu berusaha menjelek-jelekkan industri sawit Indonesia dan Malaysia dengan berbagai isu, mulai dari isu kesehatan sampai isu kerusakan lingkungan.

"Mereka tak mau soya bean yang mereka produksi dikalahkan oleh palm oil, termasuk sebagai bahan bakar biofuel," sambungnya.

CPOPC tidak akan mematok harga minyak sawit, melainkan berusaha memastikan harga minyak sawit berkelanjutan dengan mengorganisir dan mengharmonisasi manajemen stok minyak sawit.

Selain itu, keanggotaan CPOC bisa diperluas ke negara-negara produsen sawit dunia seperti Brasil, Colombia, Thailand, Ghana, Liberia, Papua Nugini, Filipina dan Uganda.

Menurut Rizal Ramli dalam keterangannya terkait pembentukan CPOPC, lembaga itu akan mengembangkan kerangka kerja industri minyak sawit yang berkelanjutan dengan menetapkan standar yang tinggi dalam pertanian sawit berkelanjutan. [dem]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya